Erabaru.net. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang kembali menggeliat, masyarakat dimbau  agar tak bbraktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi. Selain itu,   lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Hal demikian disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementian ESDM dalam laporan Kebencanaan Geologi, Senin, 10 Agustus 2020.

PVMBG merekomendasikan, ika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Masyarakat juga disarankan mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Sedangkan, bagi masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Dilaporkan, VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit pada  8 Agustus 2020, pukul 17:18 WIB. Abu vulkanik teramati dengan ketinggian 3460 m di atas permukaan laut atau sekitar 1000 m di atas puncak.

PVMBG  menyatakan tingkat aktivitas sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10:00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga).

Gunungapi Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 8 Agustus 2020, berupa letusan freatik menghasilkan tinggi kolom erupsi 1.000 meter di atas puncak. Warna kolom erupsi teramati kelabu hingga coklat.

Gunung api tertutup Kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara. (asr)

Share

Video Popular