Erabaru.net. Kasus penyebaran corona masih terus diperbaharui setiap hari. Kasus terkonfirmasi positif mengalami peningkatan. Laporan per Rabu (12/08/2020) terjadi penambahan 1.942 kasus terkonfirmasi sehingga secara total berjumlah 130.718 kasus.  Jumlah kasus sembuh 85.798 kasus. Jumlah kasus meninggal dunia 5.903 jiwa.

Rincianya, penambahan kasus terkonfirmasi positif di Provinsi DKI Jakarta berjumlah 529 kasus sehingga secara total berjumlah 27.153 kasus. Meski demikian jumlah kasus kesembuhan secara total 17.449 kasus dengan penambahan 819 kasus. Jumlah kasus meninggal dunia 959 jiwa.

Adapun di Jawa Timur penambahan 303 kasus sehingga secara total berjumlah 26.220. Sedangkan angka kesembuhan berjumlah 345 kasus dan secara total berjumlah 19.125 kasus. Laporan meninggal dunia berjumlah 1.931 kasus.

Jumlah laboratorium jejaring sebanyak 320 lab dengan spesimen yang diperiksa per hari sebanyak 26.248 spesimen. Secara total jumlah spesimen yang selesai diperiksa secara kumulatif 1.783.673 spesimen.

BACA JUGA :  Pakar : Gunakan Nama ‘Virus Komunis Tiongkok’ untuk Menuntut Tanggung Jawab Rezim Komunis Tiongkok atas Krisis Global

Peningkatan angka kasus Corona semakin terlihat. Hal ini membuat data dan angka kasus berubah tiap harinya. Untuk itu, penguatan maupun perbaikan sistem data pun terus diperhatikan agar mampu memberikan transparansi informasi mengenai angka kasusnya kepada masyarakat.

Ahmad Al Ghozi salah satu pakar teknologi informasi (IT) muda membagikan pengalamannya dalam membantu Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. Salah satu bentuk kontribusi Ghozi adalah memperkuat aplikasi PeduliLindungi, sebuah aplikasi untuk melakukan tracing COVID-19, yang saat ini sudah siap dan akan dimatangkan sebelum disebarkan ke 34 Provinsi di Indonesia.

“Kita memperkuat satu aplikasi untuk Indonesia untuk perjalanan _tracing_, pelaku perjalanan, terus kemudian memperbaiki sistem yang sudah ada atau meningkatkan lah,” ujar Ghozi saat berdialog di Media Center Satgas Nasional, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Ghozi turut membantu Satgas Penanganan COVID-19 yang ada di beberapa bagian di Indonesia dengan memperkuat sistem IT yang dimiliki oleh masing-masing daerah, seperti Bangka-Belitung, Surabaya, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan.

BACA JUGA : Kronologi Munculnya Pandemi Virus Komunis Tiongkok dan Kerahasiaan yang Disengaja

“Kalau sistem itu atau IT itu yang paling penting itu adalah menggunakannya dengan baik, jangan sampai kita buat sistem yang susah dimengerti kemudian tidak digunakan,” tuturnya.

Ghozi turut mengatakan pentingnya transparansi dalam penanganan COVID-19. “Transparansi itu penting terus kemudian data yang ril itu penting, ada yang disembunyikan sedikit itu bahaya,” imbuhnya. 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan pemerintahan DKI Jakarta gencar melakukan testing dan tracking penularan kasus positif coronavirus Wuhan di wilayah DKI Jakarta. Sehingga hasilnya, terjadi ada lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengatakan tak ingin menutupi-nutupi penyebaran virus itu di wilayahnya.

“Bila Jakarta dinilai dari satu parameter saja, yaitu penambahan kasus positif tanpa melihat kasus yang lain,  dianggap Jakarta kasusnya tambah, bagi kami itu bukan masalah, karena kami tak akan menutupi-nutupi jumlah kasus, tidak akan mengurangi jumlah tes, melambatkan jumlah tes, hanya sekedar untuk memberikan kesan angkanya turun,” ujarnya dalam Channel Youtube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (24/07/2020). (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular