oleh Su Jinghao

Seorang juru bicara Kemenlu AS mengatakan pada  Rabu (9/10/2020) bahwa hingga 8 September, Amerika Serikat telah membatalkan visa dari 1.000 orang lebih warga negara Tiongkok. Ini merupakan langkah yang diambil pemerintahan Trump untuk memperketat masuknya mahasiswa dan peneliti asal daratan Tiongkok yang memiliki keterkaitan dengan militer komunis Tiongkok ke Amerika Serikat.

Presiden Trump mengeluarkan surat instruksi ‘Proclamation No. 10043’ pada 29 Mei lalu yang berisikan perintah mulai 1 Juni pukul 12 siang waktu AS bagian timur membatasi dan menangguhkan penerbitan visa jenis F dan J kepada WN Tiongkok demi keamanan nasional AS. 

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri dalam email kepada Reuters menyebutkan : Hingga 8 September 2020, Kementerian Luar Negeri AS telah membatalkan visa untuk lebih dari 1.000 warga negara Tiongkok yang tidak memenuhi syarat untuk visa berdasarkan instruksi Presiden 10043.

Disebutkan bahwa Kementerian Luar Negeri memiliki kewenangan luas untuk mencabut visa dan menjalankan kewenangan ini ketika memperoleh informasi bahwa pemegang visa mungkin tidak dapat diterima oleh Amerika Serikat atau tidak memenuhi syarat untuk memperoleh visa yang dikehendaki.

Namun, tidak diungkapkan soal rincian spesifik dari visa yang ditangguhkan.

“Kita masih menyambut gembira pelajar dan cendekiawan WN Tiongkok yang sah yang tidak akan mempromosikan lebih lanjut tujuan militer Partai Komunis Tiongkok”, kata juru bicara itu.

Pada hari yang sama, Pejabat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Chad Wolf mengatakan bahwa Amerika Serikat memblokir sebagian mahasiswa pascasarjana dan peneliti asal daratan Tiongkok untuk mencegah mereka mencuri penelitian sensitif AS.

Chad Wolf mengatakan : “Kita memblokir visa beberapa peneliti dan mahasiswa pascasarjana Tiongkok yang terkait dengan strategi integrasi militer-sipil komunis Tiongkok untuk mencegah mereka mencuri atau menyalahgunakan hasil penelitian sensitif (AS)”.

Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kementerian Kehakiman AS telah berulang kali memberitahu universitas-universitas Amerika bahwa mahasiswa Tiongkok terutama yang terlibat dalam penelitian ilmiah, dapat menimbulkan ancaman keamanan bagi Amerika Serikat.

Pejabat AS menyatakan bahwa sekolah militer komunis Tiongkok memiliki hubungan dekat dengan militer komunis Tiongkok dan mereka jauh dari hubungan rekrutmen kampus. Dalam banyak kasus, militer komunis Tiongkok memilih siswa yang dapat dikirim untuk studi di luar negeri dan memberi beasiswa kepada mereka, sementara siswa yang dipilih harus mengumpulkan informasi luar negeri yang dikehendaki komunis Tiongkok.

New York Times mengutip ungkapan pejabat AS pada 28 Mei melaporkan bahwa pemerintahan Trump berencana untuk membatalkan visa pelajar dan peneliti bagi WN Tiongkok yang terkait langsung dengan universitas militer komunis Tiongkok dan mendeportasi mereka dari negara tersebut. Ini akan melibatkan ribuan orang mahasiswa asal daratan Tiongkok.

Reuters juga mengutip 2 orang sumber yang mengetahui masalah tersebut (salah satunya adalah pejabat AS saat ini) melaporkan bahwa langkah tersebut dapat mempengaruhi 3.000 hingga 5.000 orang siswa Tiongkok, dan rencana tersebut mungkin diumumkan pada awal minggu ini.

Sumber tersebut mengatakan bahwa visa pelajar WN. Tiongkok yang relevan di Amerika Serikat akan dibatalkan visanya dan dideportasi. Dan bagi siswa di luar Amerika Serikat tidak akan diizinkan untuk kembali memasuki Amerika Serikat.

Selanjutnya, FBI mewawancarai pemegang visa AS yang dicurigai belum menyatakan status militer mereka di 25 kota di seluruh Amerika Serikat, dan menanyakan pekerjaan mereka dan hubungannya dengan militer komunis Tiongkok.

Sejauh ini, AS telah menangkap 6 orang peneliti militer Tiongkok yang diduga melakukan penipuan visa atau mencuri teknologi Amerika. 3 orang diantaranya ditangkap di bandara saat mereka berusaha untuk “pulang” ke daratan Tiongkok. Beberapa dari mereka diduga melakukan penipuan visa dan menyembunyikan identitas militer mereka. Beberapa di antaranya diduga merusak barang bukti untuk menghalangi penyelidikan FBI. (Sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular