Ye Enjie – NTDTV Asia Pasifik

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi kepada SMIC-Semiconductor Manufacturing International Corporation, membuat seluruh kemajuan perluasan pabrik semikonduktor di Tiongkok tertunda.

Sejak perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, Partai Komunis Tiongkok memperkuat promosi swasembada chip. Diantaranya, Wuhan Hongxin (HSMC), yang mengklaim memiliki total investasi 128 miliar yuan atau sekitar Rp. 268,8 triliun dianggap sebagai bintang semikonduktor yang sedang naik daun.

Namun, baru-baru ini, media Tiongkok melaporkan bahwa pabrik pembuatan chip Hongxin Wuhan telah dihentikan pekerjaannya dan menunggak gaji pekerja serta dana kontraktor. Media Tiongkok menyebutnya sebagai penipuan terbesar dalam sejarah pembuatan chip Tiongkok.

Chip Hongxin Wuhan, yang telah merekrut CEO Jiang Shangyi dan lebih dari 50 insinyur dari TSMC-Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, berfokus pada proses pembuatan chip 14-nanometer. 

Mega proyek itu telah diwacanakan saat didirikan pada tahun 2017 dan mengklaim akan mencapai 7-nanometer setahun kemudian. Dengan kapasitas produksi bulanan 30.000 unit chip,  mengguncang dunia industri, karena saat ini hanya TSMC dan Samsung yang memiliki kapasitas produksi massal chip 7nm di dunia. Sementara Tiongkok masih tertinggal lebih dari sepuluh tahun.

Setelah 3 tahun beroperasi, chip Hongxin Wuhan hanya memiliki tiga kerangka bangunan di atas lahan seukuran 59 kali lapangan sepak bola yang terbengkalai. Satu-satunya mesin litografi ASML 7nm di Tiongkok juga telah digadaikan untuk menutupi pinjaman. Menurut opini publik setempat, itu mungkin merupakan penipuan untuk mendapatkan subsidi semikonduktor.

 Untuk memperluas industri semikonduktor,  Partai Komunis Tiongkok membentuk “Dana Sirkuit Industri Terpadu Nasional” untuk membantu akuisisi atau subsidi untuk membangun pabrik. Namun, peristiwa pemutusan rantai modal untuk pembuatan chip Hongxin Wuhan baru-baru ini dan kemungkinan sanksi oleh Amerika Serikat terhadap SMIC telah memicu fluktuasi di pasar semikonduktor Tiongkok.

Scott Kennedy, konsultan senior CSIS-Center for Strategic and International Studies menyatakan, “Saya pikir sebagian besar dari kondisi terkait adalah mereka membiarkan badai Trump berlalu, dan kemudian menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi Januari mendatang.” Bulan Januari adalah pasca pemilu presiden Amerika Serikat. 

Indeks China Semiconductor dalam dua tahun terakhir, seperti pabrik pembuatan chip 14nm dari Semiconductor Manufacturing South China Corporation, pabrik untuk proyek chip 12-inci SMIC di Beijing, pabrik DRAM Chongqing dari Tsinghua Unigroup, dan rencana ekspansi dari Yangtze Memory Technology Corp – YMTC di Wuhan, telah ditunda.

Hu Weiwu, presiden dari Beijing Longxin Zhong Technology Shufuwu Center Co., Ltd mengatakan,  “CPU chip Amerika tidak akan dijual kepada kami. Jika tidak ada chip ini, seluruh masyarakat kami akan dipaksa untuk berhenti.”

Partai Komunis Tiongkok  belakangan ini berjuang untuk rantai industri semikonduktor independen dalam upaya memperoleh teknologi dengan cepat, tetapi ada banyak kasus spionase, pencurian ilegal teknologi asing, dan kasus pelanggaran hak paten.

 Scott Kennedy, Penasihat Senior CSIS, Pusat Kajian Strategis dan Internasional menegaskan bahwa sekarang  Partai Komunis Tiongkok   ingin mengembangkan secara otonomi. Jelas  Partai Komunis Tiongkok perlu berinvestasi dan investasi kilat. Tetapi apakah mereka memiliki kemampuan untuk mengembangkan otonomi semacam itu?

Scott Kennedy menilai, “Saya pikir besar kemungkinan tidak. Oleh karena itu, bagi mereka (Partai Komunis Tiongkok), ini adalah lindung nilai (suatu investasi yang dilakukan khususnya untuk mengurangi atau meniadakan risiko pada suatu investasi lain) terhadap pemisahan lebih lanjut, tetapi pada kenyataannya, industri teknologi Tiongkok hanya dapat tumbuh dalam ekonomi global.”

Menurut kalangan dalam industri, bahwa seiring dengan sanksi Amerika Serikat yang berkelanjutan,  Partai Komunis Tiongkok telah menggelontorkan sejumlah besar dana subsidi dan investasi untuk kebutuhan mendesak swasembada chip, sehingga terjadi penipuan konyol seperti chip Hongxin Wuhan ini. Dan situasinya saat ini mungkin menjadi proyek yang tertatih-tatih di persimpangan jalan. (jon)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular