Xiao Jing / Yun Tao – NTDTV.com

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mengumumkan pada Senin 14 September 2020 bahwa produk dari enam entitas Tiongkok akan dilarang memasuki pasar Amerika. 

Produk yang dimaksud adalah semua produk dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Kejuruan Keempat di Kabupaten Luopu, Xinjiang, produk rambut dari Luopu Hair Products Industrial Park, produk pakaian dari Xinjiang Yili Zhuowan Garment Manufacturing Co., Ltd., dan Xinjiang Junggar Cotton and Linen Co., Ltd. dan kapas olahan, pakaian yang diproduksi oleh Baoding Luye Shuozidao Trading Co., Ltd. (LYSZD), dan komponen komputer yang diproduksi oleh Anhui Hefei Baolongda (Bitland) Information Technology Co., Ltd. 

Produk-produk itu ditengarai menggunakan tenaga kerja para tahanan dan memaksa kerja paksa untuk memproduksi barang.

Larangan itu menyebutkan, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat akan memiliki kekuatan untuk menyita barang-barang yang diduga terkait dengan kerja paksa untuk memerangi perdagangan manusia, pekerja anak, kerja paksa, dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

Direktur Bea Cukai Amerika Serikat, Mark Morgan mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin, 14 September 2020, “Kami tidak akan mentolerir praktik kerja paksa yang ilegal, tidak manusiawi dan kejam di pemasok Amerika Serikat.”

Menurut Ken Cuccinelli, wakil sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat,   larangan baru itu bertujuan untuk menindak penggunaan “tindakan perbudakan paksa” oleh Komunis Tiongkok terhadap orang-orang Uighur yang ditahan di Xinjiang.

“Ini bukan pusat pendidikan. Ini kamp konsentrasi. Minoritas etnis dan agama telah dianiaya dan dipaksa bekerja dalam kondisi yang keras. Mereka tidak memiliki kebebasan. Ini perbudakan modern,” kata Cuccinelli.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat juga menyatakan bahwa penyelidikan larangan impor yang lebih luas masih berlangsung.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo juga mengeluarkan pernyataan di situs resmi Departemen Luar Negeri pada hari Senin 14 September 2020, yang menyatakan bahwa Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat akan terus mengambil tindakan penegakan hukum untuk memerangi perbudakan paksa oleh Komunis Tiongkok.

Pada akhir Juni tahun ini, Bea Cukai Amerika Serikat menerima sejumlah produk yang dibuat dengan rambut manusia, yang diduga diproduksi di Kamp Kerja Paksa Xinjiang.

Pada 9 Juli, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan akan menjatuhkan sanksi kepada empat pejabat pemerintah saat ini atau sebelumnya dan entitas rezim di Xinjiang, dan membekukan aset mereka di Amerika Serikat.

Personel yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan untuk sanksi meliputi Chen Quanguo, Sekretaris Komite Partai Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur, Zhu Hailun, mantan Wakil Sekretaris Komite Partai dari Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur, Wang Mingshan, Direktur dan Sekretaris Komite Partai Departemen Keamanan Umum Xinjiang, dan Huo Liujun, mantan Sekretaris Partai dari Departemen Keamanan Publik Xinjiang; Departemen Keamanan Umum Xinjiang. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular