Gu Qing’er – Epochtimes.com

Pengawasan Partai Komunis Tiongkok ada di mana-mana, sandang-pangan, tempat tinggal, dan transportasi semua orang berada di bawah kendali “data besar keamanan publik” Partai Komunis Tiongkok

Eksklusif: Database Epidemi Keamanan Publik Memantau Jutaan Orang pada Mei 2020

Dalam dokumen internal Biro Keamanan Umum Kota Wuhai, Mongolia Dalam, yang diperoleh gurp media  The Epoch Times pada Mei 2020 tentang “Pembangunan aplikasi Big Data Keamanan Publik” mengungkapakn informasi yang menunjukkan bahwa selama wabah virus Komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan), basis data epidemi keamanan publik Partai Komunis Tiongkok memantau jutaan orang pada Mei 2020.

Menurut dokumen tersebut, pembangunan “database berisiko tinggi” yang mencakup lebih dari 1,17 juta orang yang berhubungan dekat dengan orang-orang berisiko tinggi di seluruh negeri, akan dibandingkan secara real time data personel harian dengan “database berisiko tinggi” untuk mengendalikan sepenuhnya status arus masuk personel “berisiko tinggi”.

Pertama, “database risiko tinggi” disebar di setiap titik pengukuran suhu badan di kota, dan orang-orang yang memasuki kota diperiksa secara komprehensif. Kemudian, data personel kereta api dan penerbangan sipil yang memasuki stasiun dikumpulkan setiap hari.

Selanjutnya, dibagi menjadi 4 level berdasarkan tingkat risiko tinggi dari sumber lokasi, dan titik yang ditetapkan secara bergantian membentuk peringatan dini. Situasinya akan segera dikirim ke tiga kabupaten untuk pelacakan dan verifikasi.

Menurut data besar dari Biro Keamanan Publik Wuhai, perjanjian kerjasama strategis dengan banyak perusahaan internet terkenal, perusahaan teknologi dan tiga operator utama di seluruh negeri untuk mendirikan laboratorium gabungan perusahaan – badan keamanan umum.

Faktanya, target pemantauan big data menunjukkan bahwa selama wabah virus Komunis Tiongkok (pneumonia Wuhan), basis data epidemi keamanan publik Partai Komunis Tiongkok memantau jutaan orang pada Mei 2020. Itu jauh melampaui cakupan investigasi epidemi.

Dokumen PKT yang bocor (Istimewa)

Sejak merebaknya virus Komunis Tiongkok, sejumlah besar dokumen tentang pencegahan epidemi yang diperoleh grup media The Epoch Times menunjukkan, bahwa Partai Komunis Tiongkok menggunakan data besar untuk memantau semua orang atas nama pencegahan epidemi.

 Dokumen yang disebutkan di atas juga menyatakan bahwa Biro Keamanan Umum kota secara aktif menggunakan perusahaan Internet dan mengoperasikan data perusahaan untuk memusatkan pembersihan, penyortiran, dan perbandingan. 

Pada saat yang sama, juga menggunakan pengintaian teknis, pengintaian jaringan, dan metode lain untuk menyaring dan menyortir guna memahami lintasan dinamis dari personel kunci dari data yang dilaporkan ke Komisi Urusan Politik dan Hukum, Departemen Keamanan Publik, Administrasi Komunikasi Beijing.

Dengan kata lain, penyelidikan ini semuanya dilakukan bersama dengan departemen yang disebutkan di atas.

Laporan media resmi Partai Komunis Tiongkok, “Nanjing Daily” pada Februari lalu mengatakan, bahwa sejak pecahnya epidemi, departemen keamanan publik kota  menggunakan data besar untuk menganalisis dan membandingkan, melakukan verifikasi secara door-to-door yang akurat, dan membuat database untuk setiap orang.

Pada 20 Mei, seorang warga Tiongkok mengunggah di media sosial dan menceritakan sepenggal pengalamannya.

Menurutnya ketika sedang dalam perjalanan, CDC – Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Tiongkok meneleponnya. Karena saat itu dia sedang menelepon, jadi dia tidak menjawab panggilan itu. Akibatnya, CDC melihat orang yang duduk di sebelahnya melalui kamera yang terpasang, dan menelepon orang tersebut, memintanya untuk menyampaikan kepadanya agara menjawab panggilan telepon CDC.

Hal yang membuatnya heran adalah orang yang duduk di sebelah kursinya itu tidak membeli tiket di stasiun, tetapi naik kendaraan di tengah jalan. Dia tidak meninggalkan informasi kontak sebelumnya. Lalu bagaimana CDC menemukan informasi kontak orang itu ? 

“Rasanya kita ditelanjangi bulat-bulat,” katanya. 

Partai Komunis Tiongkok membangun berbagai database untuk memantau publik, dan melebarkan sayapnya ke seluruh dunia 

Selama ini, metode pemantauan Partai Komunis Tiongkok semakin bervariasi, seperti data besar, proyek Skynet, pengenalan wajah, dan sebagainya.

Saat ini, Guizhou telah menjadi pusat data besar Tiongkok dan area pengujian komprehensif pertama untuk data besar di daratan Tiongkok.

Media resmi Partai Komunis Tiongkok melaporkan bahwa badan keamanan publik di Provinsi Guizhou membangun apa yang disebut sebagai “jaringan rel data” dengan model aplikasi terintegrasi “big data +” untuk pencegahan dan pengendalian.

Selain itu, Partai Komunis Tiongkok juga membuat database untuk pelaku kriminal dan lainnya. Menurut laporan, Kantor Keamanan Umum Guiyang Cabang Nanming secara aktif mengoordinasikan data  foto berbagai kota dan prefektur di provinsi tersebut untuk membuat database nasional dari buronan, pecandu narkoba, personel berisiko tinggi, pencopet dan daerah berisiko tinggi.

Kini, Partai Komunis Tiongkok tidak hanya memantau rakyatnya, tetapi juga melebarkan sayapnya hingga ke seluruh dunia.

The “Australian Financial Review” baru-baru ini mengungkapkan bahwa Shenzhen Zhenhua Data Information Technology Co. Ltd (Zhenhua Data), yang berhubungan dengan militer Partai Komunis Tiongkok, telah membuat database global yang sangat besar. Itu khusus untuk memantau tokoh-tokoh berpengaruh global, diantaranya Perdana Menteri Australia, Scott John Morrison dan arsip dari 2,4 juta tokoh berpengaruh, termasuk 35.000 warga Australia.

Klien utama dalam daftar Zhenhua Data termasuk militer Partai Komunis Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok.

Sumber yang memperoleh informasi ini adalah Profesor Chris Balding, seorang sarjana Amerika di Vietnam. Barding pernah aktif di Universitas Peking hingga 2018, dan meninggalkan Tiongkok karena khawatir tentang keselamatan dirinya.

Balding, seperti dikutip Australian Broadcasting Corporation (ABC), menyatakan bahwa Tiongkok diyakini telah membangun negara pengawasan skala besar di dalam negeri dan internasional.

“Mereka menggunakan berbagai sarana. Sarana ini (Database Zhenhua) terutama dari sumber publik, juga ada materi non-publik,” kata Balding. 

Menurut Balding, sebagaimana yang diketahui, pemerintah Partai Komunis Tiongkok akan mengumpulkan data tentang perbuatan tercela warganya. Tetapi informasi terbaru ini menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok bermaksud memperluas skala operasinya ke seluruh dunia.

Human Rights Watch mengkritik Partai Komunis Tiongkok, dengan menyatakan pemerintah Komunis Tiongkok harus berhenti membangun platform big data kepolisian yang secara khusus mengumpulkan dan menganalisis informasi pribadi warga masyarakat. 

Sistem “polisi awan” yang melanggar hak asasi manusia ini terutama ditujukan untuk melacak dan memprediksi gerak-gerik pembela hak asasi manusia, pembangkang, dan etnis minoritas.

Editor : Ye Ziming

Jon/rp

 

Share

Video Popular