oleh Zhang Yujie

Persediaan chip Huawei tidak lagi cukup untuk produk ponsel lipatnya. Ponsel lipat seri Mate X yang dirilis sebelumnya memiliki reputasi yang buruk. Ponsel lipat Huawei Mate X2 pun tertunda pemasarannya. 

Baru-baru ini, media daratan Tiongkok terus melontarkan berita tentang ponsel lipat Huawei Mate X2. Mula-mula yang dipublikasikan adalah mengenai paten pada 26 September, kemudian tentang fungsi produk pada 28 September 2020 lalu.

Belakangan ditegaskan lagi oleh Yu Chengdong, CEO Bisnis Konsumen Huawei dalam Huawei Developer Conference 2020 bahwa semua akan tiba sesuai dengan jadwal waktunya.

Namun saat ini, sudah saatnya mengungkap berita tentang Mate X2 yang akan tertunda pemasarannya.

Mate X2 adalah ponsel lipat Huawei lainnya setelah Mate X dan Mate Xs yang dilengkapi dengan proses 5-nanometer chip Kirin 9000. Awalnya Huawei mengatakan bahwa Mate X2 akan dipasarkan pada akhir tahun ini, namun stok chip Huawei saat ini hanya cukup untuk seri Mate 40 saja.

Chengdong mengatakan pada awal bulan Agustus bahwa ponsel seri Mate 40 Huawei tidak lagi diproduksi karena ditangguhkannya kiriman chip Kirin 9000.

Sebelum larangan chip Amerika Serikat berlaku pada 15 September, Huawei telah memesan 15 juta chip Kirin 9000 dari TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), dan TSMC akhirnya hanya memasok 8,8 juta chip ke Huawei.

TSMC mengumumkan pada awal bulan Agustus bahwa perusahaan itu sudah tidak lagi menerima pesanan chip dari Huawei sejak bulan Mei, dan akan menghentikan pasokan chip ke Huawei mulai 15 September. 

Perusahaan semikonduktor Taiwan lainnya seperti MediaTek, Micron, dan Qualcomm juga secara bersamaan menghentikan pasokan chip ke Huawei mulai 15 September 2020.

Sejak tahun lalu, Amerika Serikat telah mengumumkan rencana memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam, melarang perusahaan Amerika Serikat  menjual produk terkait chip, dan membatasi perusahaan asing untuk memasok chip ke Huawei. 

Pasalnya ditemukan bukti bahwa Huawei memiliki latar belakang hubungan dengan militer Tiongkok dan menggunakan teknologi chip asing untuk memantau dan mencuri data pengguna dan komersial untuk kepentingan Partai Komunis Tiongkok.

Selain itu, ponsel lipat Huawei memiliki reputasi yang buruk. Seri Mate X yang dipasarkan tahun lalu sering mengalami gangguan, termasuk munculnya garis hitam yang tidak dapat dijelaskan, kegagalan dalam menyalakan ponsel, kegagalan dalam penyinaran layar, berkedip-kedip, kegagalan dalam penyimpangan layar sentuh, layar berdebu dan muncul serpihan.

Harga seri Mate X melebihi harga ponsel lipat Samsung yang jauh lebih unggul kualitasnya dari Huawei. Namun situs resmi Huawei justru memuji-muji produk tersebut sehingga memicu ketidakpuasan konsumen.

Baru-baru ini, Huawei mengumumkan bahwa pengiriman smartphone ke pasar pada tahun 2021 akan berkurang menjadi 50 juta unit, turun 70% dari 190 juta unit pada tahun 2020.

Penjualan ponsel Huawei di luar negeri juga anjlok. Misalnya, penjualan ponsel Huawei di Australia dari bulan Januari hingga Juli 2020 turun 75% year-on-year. Pada kuartal kedua tahun ini, pangsa pasar ponsel Huawei di Eropa turun dari 22% pada periode yang sama tahun lalu menjadi 16%. (sin)

Share

Video Popular