Nicole Hao

Presiden AS Donald Trump pulih dengan cepat dari COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Partai Komunis Tiongkok, di mana Donald Trump dipulangkan dari rumah sakit tiga hari setelah diagnosisnya ditegakkan. Berita-berita tersebut tampaknya mengecewakan media yang dikelola pemerintah Tiongkok, yang sering mencerminkan opini resmi Partai Komunis Tiongkok.

Xinhua, media yang dikelola pemerintahan Komunis  Tiongkok,  melaporkan dua setengah jam setelah Donald Trump dipulangkan dari Walter Reed Medical Center pada tanggal 5 Oktober malam:

“Tim medis Donald Trump mengatakan bahwa Donald Trump belum pulih sepenuhnya. … Donald Trump akan menerima perawatan medis selama 24 jam di Gedung Putih. … Donald Trump akan bekerja secara online atau menunda semua kampanye pemilihan umum.”

Saat itu, tim medis Donald Trump mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa Presiden Donald  Trump tidak menderita demam lebih dari 72 jam dan memiliki kadar oksigen yang normal.

Donald Trump juga menulis dalam tweet sebelum meninggalkan rumah sakit bahwa ia akan segera lanjutkan aktivitas kampanye.

Xinhua tidak mempublikasikan sebuah foto close-up Donald Trump yang kembali ke Gedung Putih malam itu dan sebagai gantinya memilih salah satu foto yang dibidik dari pemandangan udara.

Komentator urusan politik Tiongkok yang berbasis di Amerika Serikat, Zhong Yuan, menganalisis pada tanggal 7 Oktober: “Xinhua sengaja menghindari penggunaan foto Donald Trump yang mengungkapkan dirinya penuh energi. Ini menunjukkan betapa kecewanya media yang dikelola pemerintah Tiongkok.”

Apalagi, berita bohong mengenai kondisi kesehatan Donald Trump terus menyebar di media sosial Tiongkok.

Berita Palsu Menyebar

Sejak tanggal 6 Oktober, satu berita palsu telah beredar luas di internet Tiongkok. Unggahan itu menyertakan sebuah tangkapan layar Donald Trump yang memberikan pidato di televisi, dengan teks berikut: “Para dokter mengatakan mereka belum pernah melihat sebuah tubuh membunuh Coronavirus seperti tubuh saya. Mereka menguji DNA saya dan itu bukanlah DNA. Tetapi itu adalah USA (Amerika Serikat).”

The Epoch Times mencari secara online dan menemukan bahwa foto itu berasal dari sebuah posting Twitter pada tanggal 3 Oktober oleh Keaton Patti, seorang penulis dan komedian yang tinggal di New York City.

Unggahan media sosial Tiongkok mengklaim itu adalah berasal dari pidato yang disampaikan Donald Trump pada tanggal 4 Oktober di Walter Reed Medical Center, tetapi sebenarnya Donald Trump tidak membuat komentar semacam itu.

Platform media sosial Tiongkok juga menyebarkan rumor lain, misalnya lebih dari 30 orang tertular virus dari Donald Trump; kembalinya Donald Trump menyebabkan kekacauan di Gedung Putih; dan sebuah teori konspirasi bahwa Donald Trump sebenarnya tidak terinfeksi.

Di saat yang sama, banyak netizen Tiongkok yang memposting ucapan selamat kepada Donald Trump dan mengatakan mereka menantikan debat antara Donald Trump dengan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden pada tanggal 15 Oktober.

Pada tanggal 7 Oktober, Sean Conley, dokter yang merawat Donald Trump, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Presiden Donald Trump telah mengembangkan antibodi terhadap virus Partai Komunis Tiongkok dan bebas demam selama lebih dari empat hari. Trump juga bebas gejala selama lebih dari 24 jam.

Komentar Komunis Tiongkok

Hu Xijin, pemimpin redaksi surat kabar yang bersifat menyerang milik pemerintahan komunis Tiongkok, Global Times, juga memposting di media sosial Tiongkok Weibo: “Presiden Donald Trump dipulangkan dari rumah sakit. Sulit untuk mengatakan bahwa kasus Donald Trump dapat menjadi contoh model bagi [Amerika Serikat] memerangi Coronavirus, karena pengobatan yang diterima Donald Trump adalah sesuatu yang sama sekali tidak dapat diakses rakyat Amerika Serikat biasa.”

Pendapat Hu Xijin membeo pendapat para pejabat Tiongkok lainnya. Hua Chunying, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, memposting di Twitter bahwa ia berharap semua pasien Amerika Serikat dapat  menerima terapi dan perawatan “terbaik” yang sama seperti yang diperoleh Donald Trump.

Baik postingan Hu Xijin maupun Hua Chunying dikritik oleh orang Tiongkok dan netizen lainnya. Seorang warganet Tiongkok bernama Rangwomen Yonggan Shuohuaba berkata di Weibo bahwa seorang pejabat Partai Komunis biasanya akan mendapat perlakuan khusus juga.

Ratusan netizen berbicara mengenai keistimewaan yang dinikmati pejabat partai Komunis Tiongkok, dan mengeluh tentang betapa sulitnya bagi rakyat Tiongkok  biasa untuk mendapatkan perawatan rumah sakit karena biaya yang tinggi dan kapasitas yang terbatas — yang tentunya akan  memprioritaskan pejabat Partai Komunis Tiongkok.

Di bawah tweet Hua Chunying, pengguna juga mengkritik perlakuan tidak adil di Tiongkok, di mana mencatat ironi Hua Chunying yang diizinkan menggunakan Twitter, sebuah platform yang dilarang di Tiongkok.

Eilwek memposting: “Twitter dan Facebook dilarang di Tiongkok. Tetapi juru bicara Partai Komunis Tiongkok menggunakan Twitter dan Facebook untuk berbicara kepada dunia. Amat sangat munafik.”

Krishna Prasanth mendesak Hua Chunying: “Berhenti menyebarkan virus ke seluruh dunia. Semua orang akan sangat bahagia.”

Netizen Shanye Zhiren memposting video yang diduga memperlihatkan seorang pasien melompat dari sebuah gedung di Rumah Sakit Pertama Universitas Kedokteran Harbin di kota Harbin di timur laut Tiongkok. Shanye Zhiren berkata bahwa pasien itu bunuh diri karena ia terlalu miskin untuk membayar biaya rumah sakit.  (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular