He Jian

Terungkapnya  kasus “Is hard disk Biden”, dugaan korupsi keluarga Biden dan bahkan skandal yang melibatkan pemerintah asing juga terus terungkap di depan publik. Salah satu yang sangat meresahkan adalah keluarga Biden tampaknya secara sukarela menerima infiltrasi perusahaan berlatar belakang militer komunis Tiongkok

Pada 14 Oktober lalu, New York Post membocorkan rahasia mengejutkan, hard drive komputer Hunter Biden, putra kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, bocor. Menurut email di hard drive yang bocor, Hunter meraup pundi-pundi uang melalui transaksi dengan perusahaan yang “tertarik pada saya dan keluarga saya”, dan sebelumnya Biden senior selalu menyangkal bahwa Hunter memanfatkan status Joe Biden untuk keuntungan pribadi.

 New York Post membeberkan putra Biden menerima imbalan besar dari “Huaxin – CEFC China Energy Company Limited” atas nama keluarganya

Dalam daftar perusahaan yang “tertarik” pada keluarga Biden yang diungkapkan media, latar belakang “China Huaxin Energy Co., Ltd,” disingkat “CEFC”itu  sangat misterius.

Menurut isi email yang dipaparkan New York Post pada 13 Mei dan 2 Agustus 2017, CEFC Huaxin tidak hanya membuka sejumlah perusahaan untuk keluarga Biden, tetapi juga diwakili oleh putra Joe Biden, yakni Hunter Biden sebagai “bos besar” Holding company/ perusahaan induk. Isi email tidak menyebutkan identitas Hunter sebagai “bos besar.”

Sementara itu, Ye Jianming, pendiri dan mantan Ketua CEFC China Energy Company Limited, juga membayar Hunter sebesar US $ 10 juta atau sekitar Rp. 147 miliar setiap tahun sebagai “biaya konsultasi.”

Menurut laporan New York Post, dalam email Hunter disebutkan, bahwa Hunter dan Ye Jianming bertemu di Miami untuk membahas pembangunan “perusahaan induk yang tahan lama dan lebih menguntungkan. “Dia dan saya masing-masing memiliki 50% saham di perusahaan induk.”

Dalam email 2 Agustus 2017, Hunter mengakui bahwa alasan mengapa proposal ketua CEFC Ye Jianming sangat menarik bagi dia dan keluarganya karena pihaknya juga akan menjadi pemegang ekuitas investasi dalam usaha patungan dan mitra yang menguntungkan.

Namun, yang mungkin mengecewakan Hunter adalah, perusahaan baru yang berjanji untuk membayar sejumlah besar uang kepada keluarga Biden ternyata tidak “bertahan lama”. 

Setengah tahun kemudian, Ye Jianming diciduk Partai Komunis Tiongkok pada Februari 2018. Sementara pada April 2020, CEFC Huaxin dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan Shanghai.

 Oleh dunia luar, Ye Jianming dipandang sebagai taipan Tiongkok dengan latar belakang yang misterius. Menurut Ye Jianming, dia merintis karirnya dengan mengambil alih aset lelang kasus Lai’s company, the Yuanhua Group yang menggegerkan Tiongkok ketika itu. 

Anak perusahaan Yuanhua, Xiamen Airlines, yang 60% sahamnya dimiliki China Southern Airlines memiliki izin untuk melakukan perdagangan minyak di Tiongkok. Ye Jianming mendirikan CEFC Huaxin setelah mengambil aset Xiamen Airlines.

 Media AS membeberkan skandal Biden dengan Ye Jianming dan CEFC Huaxin

Menurut laporan New York Times pada 14 Desember 2018, Ye Jianming mencoba masuk ke lingkaran pialang kekuasaan di Washington beberapa tahun yang lalu. 

Pada 2015, Ye Jianming mulai melakukan apa yang mungkin menjadi relasi politik paling berharga pada saat itu: “Keluarga Wakil Presiden Joe Biden.”

Sebagai catatan, laporan New York Times mengungkapkan bahwa pemodal James Biden, adik dari Wakil Presiden Amerika Serikat, Joe Biden pada saat itu, menerima panggilan telepon darurat dari wakil Ye Jianming, yakni He Zhiping pada November 2017 silam. 

Saat itu, He Zhiping ditangkap oleh Amerika Serikat atas dugaan penyuapan. Panggilan telepon darurat pertamanya ketika ditangkap adalah James Biden. Namun, James Biden kemudian menanggapi hal itu dengan mengatakan, bahwa dia terkejut dengan panggilan telepon dari He Zhiping. Menurutnya, He Zhiping seharusnya menghubungi Hunter Biden, putra mantan wakil presiden saat itu.

 He Zhiping adalah wakil ketua eksekutif merangkap sekretaris di Hong Kong China Energy Foundation Limited, anak perusahaan CEFC ketika dia ditangkap. Pada Desember 2018, He Zhiping dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh dewan juri federal Manhattan.

Meskipun The New York Times dalam laporannya ketika itu mengatakan, “Saat ini belum jelas apakah Hunter Biden telah mencapai transaksi komersial dengan CEFC Huaxin atau Ye Jianming.” 

Namun, laporan terbaru dari New York Post pada Oktober 2020 menyebutkan bahwa cara pendekatan Ye Jianming itu sepertinya sukses.

Dokumen yang diperoleh “New York Post” juga termasuk “Letter of Appointment” yang ditandatangani pada September 2017. He Zhiping setuju untuk membayar Hunter sebesar US $ 1 juta sebagai biaya pengacara, yakni untuk mendapatkan nasihat tentang masalah yang terkait dengan hukum, rekrutmen pengacara atau firma hukum dan analisis hukum Amerika Serikat. 

 Laporan the New York Times pada 2018 juga mengungkap pengalaman pensiunan laksamana dan penasihat keamanan nasional Bobby Ray Inman. Inman mengatakan bahwa CEFC pernah mendekatinya dan mengusulkan untuk mendirikan perusahaan patungan, membayarnya US $ 1 juta per tahun, tetapi tidak mengatakan secara spesifik bisnis apa yang akan dia lakukan.

Inman menolak proposal tersebut. Menurut Inman para eksekutif CEFC meneleponnya, mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi ladang minyak di Suriah, dan bertanya kepadanya apakah dapat membantu meyakinkan militer Amerika Serikat untuk tidak membom ladang minyak mereka? 

Namun, Inman kembali menolak permintaan itu.

 Selain menjalin hubungan dekat dengan politikus Amerika dan keluarga mereka, Ye Jianming dan CEFC Huaxin juga secara aktif memberikan uang kepada lembaga pemikir Amerika yang berpengaruh.

The New York Times melaporkan, bahwa CEFC Energy pernah mendonasikan setidaknya US $ 350.000 kepada Institute for the Analysis of Global Security (IAGS), sebuah wadah pemikir dengan latar belakang politik. CEFC juga menyumbangkan US $ 100.000 kepada Clinton Foundation dan sebuah pusat penelitian di Universitas Columbia sekitar US $ 500.000.

 Sosok misterius Dong Gongwen di Hard drive Biden

Insiden terkuaknya isi hard disk Biden yang dibeberkan New York Post juga menyebutkan seorang pengusaha Tiongkok misterius lainnya, yakni Dong Gongwen (baca : Tung Kung Wen), penerima email Hunter Biden.

Sebuah laporan di Wall Street Journal pada Oktober 2018 mengatakan, bahwa Dong Gongwen berhubungan erat  dengan Ye Jianming, seorang pengusaha minyak Tiongkok dengan latar belakang militer Partai Komunis Tiongkok.

 Laporan Huari yang mengutip orang yang mengetahui hal itu mengatakan, bahwa perusahaan yang terkait dengan Ye Jianming menghabiskan lebih dari US $ 83,5 juta untuk membeli dua apartemen mewah di Manhattan, New York City dari Mei hingga Juni 2017. Perusahaan itu juga berencana menggelontorkan lagi US $ 80 juta pada Desember 2017 untuk membeli townhouse di Manhattan. 

Menurut laporan tersebut, transaksi pembelian rumah tersebut tidak melibatkan pengaturan pembiayaan, dengan kata lain pembelian secara tunai.

Huari melaporkan, bahwa dua transaksi tersebut dilakukan atas nama perseroan terbatas, dan tempat pendaftaran perusahaan adalah real estate atas nama Dong Gongwen. Akan tetapi narasumber yang mengetahui hal itu mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan ini dikendalikan oleh Ye Jianming. Menurut laporan, Dong Gongwen adalah kepala keuangan Real estate developer Jinhui Group – Hong Kong.

 CEFC Huaxin dengan latar belakang militer Partai Komunis Tiongkok

Huaxin – CEFC China Energy Company Limited yang dimiliki pengusaha asal Fujian bernama Ye Jianming, sudah berkali-kali dinobatkan sebagai konglomerat energi dan keuangan Global Fortune 500. Ye Jianming sendiri juga disebut sebagai “kepala Fortune 500 paling misterius di Tiongkok” oleh majalah tersebut.

Sejak CEFC menancapkan kukunya di arena internasional, terutama setelah Ye Jianming mulai aktif menjalin hubungan dekat dengan pejabat atau politikus berpengaruh Amerika, dia juga mulai memasuki visi media dan lingkaran intelijen Amerika Serikat.

Menurut laporan the New York Times pada Desember 2018, dari 2003 hingga 2005, Ye Jianming pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal sebuah organisasi militer di Tiongkok. Peneliti Kongres mengatakan bahwa organisasi tersebut adalah kedok dari unit Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan memiliki “peran ganda dalam mengumpulkan intelijen dan propaganda” untuk Partai Komunis Tiongkok.

Adapun yang dimaksud the New York Times adalah “China Association for International Friendly Contact atau Asosiasi Tiongkok untuk Kontak Ramah Internasional, yakni sebuah organisasi front persatuan yang berada di bawah Departemen Penghubung, Departemen Pekerjaan Politik Komisi Militer Pusat. 

Menurut laporan media online Tiongkok, Caixin.com, Ye Jianming pernah mengungkapkan dalam resumenya bahwa ia menjabat sebagai wakil sekretaris Asosiasi Tiongkok untuk Kontak Ramah Internasional dari tahun 2003 hingga 2005. 

Menurut informasi publik dari Partai Komunis Tiongkok, serta informasi dari lingkaran intelijen Eropa dan Amerika serta laporan media arus utama,  Asosiasi Tiongkok untuk Kontak Ramah Internasional adalah platform pengumpulan intelijen di bawah Departemen Penghubung, dan Departemen Pekerjaan Politik Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok.

Menurut artikel yang diterbitkan Caixin.com pada akhir Maret 2018, CEFC menapakkan kakinya di Shanghai pada tahun 2009. Masuknya CEFC ke Shanghai sejalan dengan Li Guangjin ke Shanghai.

Li Guangjin menjabat sebagai anggota Komite Tetap Komite Partai Provinsi Fujian dan komisaris politik Daerah Militer Provinsi pada tahun 2006. Ia dipindahkan ke komisaris politik Daerah Garnisun Shanghai pada Mei 2009 dan pensiun pada Juli tahun berikutnya.

Caixin.com juga mengungkapkan seorang pejabat tinggi militer Partai Komunis Tiongkok lainnya yang membantu Ye Jianming merintis karirnya, yakni Wang Hongyuan, mantan wakil direktur Kantor Umum Komisi Militer Partai Komunis Tiongkok. 

Lewat jembatan Wang Hongyuan, Ye Jianming berhubungan dengan Yang Qinglong dari Perusahaan Zhuhai Zhenrong, sebuah perusahaan sentral Partai Komunis Tiongkok. 

Perusahaan Zhuhai Zhenrong adalah pembeli minyak mentah Iran terbesar di dunia. CEFC Huaxin dan Zhenrong menjalin usaha patungan pada tahun 2010 dan mendapatkan batas kredit komprehensif yang lebih tinggi dari bank.

 Menurut Caixin.com, pada September 2011, Pangkalan Cadangan Huaxin di Zona Pengembangan Ekonomi Yangpu, mengadakan upacara peletakan batu pertama di Hainan. Beberapa jenderal Partai Komunis Tiongkok secara khusus hadir dalam upacara peresmian tersebut.

Caixin juga mengungkapkan lebih banyak kontak antara Ye Jianming dan militer Tiongkok. Dalam bab “The Visible Facade” / fasad yang terlihat, dalam naskah khusus Caixin, menggambarkan bagaimana Ye Jianming menjalin pendekatan dengan tokoh militer.

Misalnya, pada tahun 2011, Huaxin mendirikan Huaxin Commonweal Foundation di Shanghai. Li Guangjin, mantan komisaris politik Wilayah Garnisun Shanghai, yang pensiun tahun sebelumnya, menjabat sebagai CEO, dan Wang Hongyuan, mantan wakil direktur Kantor Umum Komisi Militer Pusat, menjabat sebagai direktur eksekutif.

 Ye Jianming mendirikan CEFC Hong Kong Non-Governmental Fund Committee pada tahun 2011 dan mempekerjakan mantan direktur Biro Urusan Sipil Hong Kong, He Zhiping, sebagai sekretaris jenderal. He Zhiping akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Amerika Serikat karena menyuap pejabat pemerintah Afrika untuk Huaxin.

Pada September 2017, Ye Jianming mencapai puncak karirnya. CEFC mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi 14,16% saham di Rosneft (Petroleum Rusia) senilai US $ 9,1 miliar.

Menurut laporan Caixin.com pada tahun 2018, Rusia adalah pemasok minyak terbesar untuk Tiongkok, dan Rosneft adalah perusahaan minyak terbesar Rusia. CEFC telah menjadi pemegang saham terbesar ketiga di Rosneft setelah pemerintah Rusia dan BP-British Petroleum. 

 Huaxin mengumumkan bahwa transaksi tersebut masih harus melewati tinjauan regulasi. Sebuah laporan dari Caixin.com pada tahun 2018 mengungkapkan bahwa Partai Komunis Tiongkok “bersikap dingin” terhadap investasi luar negeri Huaxin yang besar di minyak Rusia. Laporan Caixin ini terbit setelah hilangnya Ye Jianming secara misterius pada awal 2018.

Setelah Ye Jianming diselidiki oleh Partai Komunis Tiongkok pada awal 2018, akuisisi CEFC atas saham minyak Rusia juga hancur. Pada Mei 2018, pemegang saham minyak Rusia, Swiss Glencore, yang menandatangani perjanjian pengalihan saham dengan CEFC, mengumumkan bahwa 14,16% saham minyak Rusia yang dialihkan telah berakhir.

 Tokoh militer Partai Komunis Tiongkok yang diungkapkan di artikel sebelumnya yang berhubungan dengan Ye Jianming memiliki satu kesamaan, yaitu mereka semua adalah perwira militer berpangkat tinggi semasa mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Jiang Zemin berkuasa. 

Sektor keuangan dan energi yang terutama dioperasikan oleh Huaxin Ye Jianming selama ini berada dibawah kendali Jiang Zemin. Fluktuasi Huaxin dan Ye Jianming yang hilang secara misterius itu disebut-sebut terkait dengan pergulatan internal antara Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping dan Jiang Zemin.   (jon)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular