Skandal hard drive calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden terus bergejolak. Mantan walikota New York Rudy Giuliani mengatakan kepada media pada tanggal 20 Oktober 2020 lalu bahwa Biden menerima suap dari entitas asing melalui putranya Hunter dan berbagi 50% dari suap tersebut.  Giuliani : “Dia menjual Amerika Serikat ke Tiongkok (Komunis Tiongkok)!”

Luo Tingting

Mantan walikota New York, Amerika Serikat, Rudy Giuliani  pada 20 Oktober 2020 berpartisipasi dalam program “Laporan Greg Kelly” di Newsmax TV. Rudy Giuliani mengatakan kepada  pembawa acara bahwa mantan Wakil Presiden Joe Biden menggunakan putranya Hunter. Hunter Biden bertindak sebagai “bag man” dan menerima 50% dari suap entitas asing.

Rudy Giuliani mengungkapkan bahwa Biden membiarkan Hunter campur tangan dalam rencana yang diduga terlibat dalam penyuapan dengan perusahaan Tiongkok. Selain Hunter, ada perantara lainnya.

Giuliani mengatakan, “10% dari uang dibagi dengan (Biden). Itu 10 juta dolar AS per tahun. Tiga anggota Komunis Tiongkok mendapatkan 50% dari keuntungan, salah satunya adalah perwira intelijen Tiongkok.”

Menurut Giuliani timnya telah mengkonfirmasi bahwa “orang besar” adalah Biden. Senada, sumber Fox News juga menyebut “orang besar” itu sebagai Biden.

Giuliani adalah pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan dia memperoleh salinan hard disk yang diduga milik Hunter. Hard disk berisi bukti “lima kejahatan federal besar” dan bukti penyuapan “30-40 juta dolar Amerika Serikat”  kepada keluarga Biden.

Sejauh ini, Biden dan putranya belum secara terbuka menanggapi keaslian email apapun, pada dasarnya mereka  tidak menanggapi.

Giuliani mengatakan, saat ini hanya sekitar setengah dari konten hard disk yang bisa dilihat. Dia menekankan bahwa transaksi uang ini tidak hanya terkait dengan Hunter, tetapi juga dengan ayahnya yaitu Biden yang “kriminal dan mengerikan”.

“Ini adalah metode penyuapan utama. Dia menjual Amerika Serikat ke Tiongkok!” kata Giuliani.

Selain pengungkapan Giuliani, minggu lalu, Breitbart News Network merilis laporan eksklusif, yang mengungkapkan pengungkapan mantan partner Hunter Biden, Cooley di penjara.

Laporan itu menyebutkan, setidaknya ada 26.000 email dari kotak surat email Cooley dan mempelajari banyak informasi orang dalam. Di antara mereka, disebutkan bahwa Hunter mengatur pertemuan pribadi di tingkat tertinggi Gedung Putih untuk klien pemerintah Tiongkok dan membantu mempromosikan “soft power diplomacy” Amerika Serikat-Tiongkok, dan “kisah menarik” Hunter senilai US $ 1,5 miliar tentang perusahaan “Bohai Huamei” Komunis Tiongkok.

Baik Giuliani dan Breitbart News Network telah menjelaskan bahwa mereka akan melempar sisi gelap terberat Biden 10 hari sebelum pemilihan. Tim Trump juga menjelaskan bahwa jika pembawa acara menghindari mengajukan pertanyaan ini kepada Biden dalam debat berikutnya, maka Presiden Trump akan datang untuk menanyai Biden di depan umum.

Komentator urusan terkini Tang Jingyuan menyatakan dalam saluran YouTube “Quick Commentary” bahwa selain hard drive di tangan Giuliani, “ada juga laptop kedua.” Komputer ini milik dua bawahan Zlotchevsky, pendiri Burisma.

Saat ini, lembaga penegak hukum Ukraina telah menguasai “komputer kedua” ini. Staf yang menggunakan komputer tersebut sekarang telah menjadi “saksi dalam proses pidana” dan siap untuk bersaksi melawan “Proyek Korupsi Internasional” Biden dan putranya.

Senator Republik Breitbart News Network, Ronald Johnson mengatakan kepada Fox News pada tanggal 19 Oktober 2020 lalu bahwa informasi yang ada menunjukkan  ancaman Biden terhadap keamanan nasional Amerika Serikat beberapa kali lebih serius daripada tuduhan palsu terhadap apa yang disebut “Gerbang Rusia” Trump. 

Ini melibatkan hubungan besar Biden dengan pemerintah Komunis Tiongkok, serta hubungan mereka dengan militer Komunis Tiongkok. Jika Biden menjadi presiden, semua hubungan ini akan digunakan oleh Komunis Tiongkok untuk pemerasan.

Mantan anggota Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat,  Rich Higgins juga menyampaikan berita di Twitter pada tanggal 19 Oktober lalu. Dia mengatakan bahwa Hunter Biden, mulai menerima dana dari Tiongkok pada tahun 2010. Sejak tahun yang sama, semua personel intelijen Amerika Serikat di Tiongkok telah ditangkap dan dieksekusi secara sistematis.

Higgins mengisyaratkan bahwa Biden, yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden Amerika Serikat, mungkin terlibat dalam kebocoran Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat. Antara 2010 dan 2012, setidaknya 30 personel intelijen Amerika Serikat yang bertugas di Tiongkok dieksekusi oleh Komunis Tiongkok. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular