Wang Kaidi 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael  Pompeo dan Menteri Kesehatan Amerika Serikat,  Alex Azar menghadiri upacara penandatanganan “Deklarasi Konsensus Jenewa”  secara daring atau online, pada Kamis 22 Oktober 2020 lalu.

Ada 32 negara yang turut menandatangani deklarasi Konsensus Jenewa yang bertujuan melindungi kehidupan manusia dan membatasi aborsi. 

Menurut Alex Azar, deklarasi Konsensus Jenewa adalah dokumen bersejarah yang dengan jelas menyatakan bahwa sebagai sebuah negara, Amerika Serikat mendukung kesehatan wanita dan keluarga, menghormati kehidupan, dan mempertahankan kedaulatan nasional.

Sementara Michael Pompeo menegaskan bahwa ini adalah pertama kalinya aliansi multilateral dibentuk untuk mempertahankan kehidupan.

Saat ini terdapat 32 co-sponsor dari deklarasi tersebut. Brazil, Indonesia, Hungaria dan Amerika Serikat masuk sebagai co-sponsor.

Alex Azar mengatakan, “Kami dengan jelas menyatakan bahwa aborsi bukanlah hak asasi manusia internasional.”

Ditegaskan Michael Pompeo: “Di bawah pemerintahan saat ini, uang pembayar pajak Amerika Serikat tidak akan pernah mengalir ke organisasi non-pemerintah asing tersebut. Mereka menerapkan atau secara aktif menganjurkan aborsi sebagai sarana keluarga berencana.”

Tujuan dari “Deklarasi Konsensus Jenewa” adalah untuk mempromosikan kesehatan wanita, melindungi kehidupan manusia dan memperkuat keluarga, serta menentang badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa  memperlakukan aborsi sebagai hak asasi manusia. 

Pemerintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang memprakarsai deklarasi tersebut selalu menentang aborsi dan percaya bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak memiliki hak untuk ikut campur dalam masalah pelaksanaan kedaulatan oleh negara-negara terkait ini.

Donald Trump mengatakan, “Birokrat global sama sekali tidak berhak menyerang kedaulatan negara yang ingin melindungi nyawa tak berdosa.”  

Sementara Gary Bauer, Ketua American Values menegaskan bahwa para pendiri Amerika Serikat sangat yakin, pada akhirnya, kebebasan berasal dari pencipta, bukan dari pemerintah atau politisi. Tidak ada pemerintah yang dapat mengambil hak yang diberikan oleh Tuhan. 

“Deklarasi ini sekali lagi menunjukkan bahwa Amerika Serikat sedang membela kemajuan dari nilai-nilai dasar diri selama empat tahun terakhir,” kata Gary Bauer. 

Pada tahun 2018, Amerika Serikat menarik diri dari Komisi Hak Asasi Manusia PBB dengan alasan badan tersebut gagal membela hak asasi manusia secara efektif. Pada bulan Februari tahun ini, Amerika Serikat secara resmi membentuk aliansi kebebasan beragama internasional dengan 26 negara. Para ahli percaya bahwa penandatanganan “Deklarasi Konsensus Jenewa” menunjukkan bahwa Amerika Serikat akan terus memainkan peran kepemimpinan internasional di bidang hak asasi manusia. (hui)

Share

Video Popular