Erabaru.net. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM menganalisa gempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 25 Oktober 2020, pukul 07:56:45 WIB. Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah selatan Pulau Jawa.

Menurut PVMBG, berdasarkan tatanan tektonik perairan selatan Jawa dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Jawa.

Wilayah di sekitar pusat gempa bumi disusun oleh batuan sedimen dan batuan gunungapi berumur Tersier serta batuan gunungapi berumur Kuarter. Batuan Tersier yang terlapukan serta batuan berumur muda dan bersifat urai bersifat mengamplifikasi guncangan gempa bumi.

PVMBG dalam keterangannya menyebutkan, pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah selatan Pulau Jawa.

“Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Jawa Barat,” terangnya.

Guncangan gempa bumi dirasakan di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Guntur (Kec. Tarogong Kaler, Garut) dan PGA Gede (Kec. Cicuruk, Sukabumi) dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), dan Pos PGA Galunggung (Kec. Padakembang, Tasikmalaya) dengan intensitas II MMI.

Informasi dari tim Badan Geologi yang berada di Kota Bogor, guncangan dirasakan dengan intensitas II MMI. Guncangan gempa bumi juga terekam pada stasiun pemantauan G. Salak, G. Slamet, dan G. Ijen, namun guncangannya tidak dirasakan.

Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Sukabumi, Tasikmalaya, dan  Pangandaran dengan intensitas III-IV MMI, di Cilacap, Kuningan, Garut,  dengan intensitas III MMI, serta di Kab. Bandung, Banyumas, Kutoarjo, Kebumen, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan Bandung dengan intensitas II-III MMI.

“Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi mengenai kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini,” demikian keterangan PVMBG.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 107,87° BT dan 8,32° LS (90 km baratdaya Pangandaran, Jawa Barat) dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 10 km.

Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat  107,95°BT dan 7,99°LS dan dengan magnitudo M5,5 dan kedalaman 65 km. The United States Geological Survey , Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat  dan 107,968°BT dan 8,009°LS dengan magnitudo M 5,0 dan kedalaman 57,1 km. (asr)

Share

Video Popular