China Insider 

Robert Destro, Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Tenaga Kerja, menyerukan upaya bersama untuk menghentikan perbudakan modern pada konferensi pers yang diadakan pada tanggal 16 Oktober 2020. Saat seorang jurnalis mengajukan pertanyaan mengenai Falun Gong, Robert Destro berkata bahwa AS telah menyelidiki tuduhan kejahatan Partai Komunis Tiongkok yang memanen organ tubuh secara hidup-hidup.

Wartawan, Ken Yang, dari The Epoch Times Taiwan, berkata bahwa Partai Komunis Tiongkok telah menganiaya praktisi Falun Gong selama 21 tahun dan Partai Komunis Tiongkok telah melakukan kejahatan pemanenan organ secara paksa. 

Ken Yang bertanya, “akankah Kementerian Luar Negeri turun tangan dan mengambil tindakan khusus untuk menghentikan panen organ secara paksa oleh Partai Komunis Tiongkok?”

Asisten Sekretaris Robert Destro berkata : “Saya tidak mampu memikirkan pelanggaran hak asasi manusia yang lebih mengerikan daripada mencuri hati seseorang. Kami memiliki laporan yang konsisten  ini. Kami sebenarnya telah memeriksa tuduhan itu. Dan saya mendorong siapa saja yang memiliki informasi yang dapat kami gunakan untuk menyelesaikannya agar berhubungan dengan kami.”

John Cotton Richmond, Duta Besar AS untuk Memantau dan Membasmi Perdagangan Manusia, juga menjawab pertanyaan tersebut.

Duta Besar John Cotton Richmond: “Saya juga akan mengatakan bahwa pengambilan organ adalah salah satunya bentuk eksploitasi di bawah Protokol Palermo, protokol PBB melawan perdagangan orang. Dan kami terus mengumpulkan informasi mengenai hal ini.”

Kekejaman Partai Komunis Tiongkok memanen organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup pertama kali dipaparkan pada tahun 2006. Sejak itu, kelompok Falun Gong dan pengacara hak asasi manusia, telah melakukan penyelidikan dan memberikan informasi kepada lembaga pemerintah di Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara Eropa.

Misalnya, mantan Anggota Parlemen Kanada David Kilgour dan pengacara hak asasi manusia David Matas, melakukan investigasi independen dan menerbitkan laporan untuk memastikan adanya panen organ hidup-hidup secara paksa di Tiongkok. Jurnalis investigasi Ethan Gutman juga melakukan investigasi secara independen dan menerbitkan buku mengenai kejahatan tersebut.

Teresa Chu, juru bicara Falun Gong Human Rights Lawyers Group atau Kelompok Pengacara Hak Asasi Manusia Falun Gong, mengatakan bahwa ia yakin Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai panen organ hidup-hidup.

Teresa Chu berkata :

“Misalnya, saat Wang Lijun mencari suaka ke Konsulat Amerika Serikat pada tahun 2012, sejauh ini kita tahu, Wang Lijun membawa beberapa dokumen mengenai panen organ hidup. Namun sejauh ini tidak ada satupun yang terungkap. Untuk kekejaman terhadap kemanusiaan semacam itu, kami berharap pemerintah Amerika Serikat dapat mengambil tindakan yang lebih spesifik, seperti mempublikasikan bukti pada waktu yang tepat. Kita harus mengejar para penjahat ini dan membawa mereka ke pengadilan.”

Partai Komunis Tiongkok telah menganiaya Falun Gong selama 21 tahun. Berbasis di New York World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong -WOIPFG- atau Organisasi Dunia untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong, baru-baru ini mengungkapkan bahwa menurut penyelidikan mereka, Partai Komunis Tiongkok tidak pernah menghentikan kejahatan mengambil organ secara hidup-hidup dari praktisi Falun Gong.

Wang Zhiyuan, Ketua World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong merilis laporan pada tanggal 20 Juli tahun ini. Laporan ini mencakup 100 rekaman investigasi yang dipilih dari banyak rekaman terbaru. Laporan itu membongkar status panen organ hidup saat ini secara lebih rinci. Di Tiongkok Daratan, bahkan selama wabah virus Partai Komunis Tiongkok atau nama lainnya dari coronavirus wuhan di awal tahun, panen organ masih terus berlanjut, hanya melambat sedikit.”

Wang Zhiyuan berpikir bahwa meskipun negara-negara Barat mengetahui mengenai panen organ hidup-hidup, negara-negara Barat  tidak menganggapnya serius. Sungguh luar biasa bahwa Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sedang melakukan penyelidikan terhadap panen organ hidup-hidup yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok.

Wang Zhiyuan mengatakan : “Pengungkapan penuh penyusupan dan ancaman Partai Komunis Tiongkok baru-baru ini ke negara-negara Barat, telah mendorong komunitas internasional untuk memberi perhatian terhadap ancaman nyata Partai Komunis Tiongkok bagi umat manusia. Ini awal yang bagus. Pemanenan organ hidup-hidup adalah kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Tidak ada yang harus bungkam mengenai hal ini. Ini adalah masalah melindungi keselamatan umat manusia dan moral hati nurani, ini adalah masalah yang tidak terbatas pada bangsa atau kelompok tertentu.”

Kongres Amerika Serikat dan Parlemen Eropa sebelumnya, telah mengesahkan resolusi yang mengutuk Partai Komunis Tiongkok karena secara paksa memanen organ dari tahanan hati nurani dan menuntut Partai Komunis Tiongkok untuk menghentikan praktik jahat tersebut dengan segera. 

Sub-komite Kanada untuk hak asasi manusia juga mengesahkan RUU serupa dengan suara bulat. Selain itu, banyak negara, seperti Israel dan Spanyol, telah memberlakukan undang-undang yang melarang perjalanan ke Tiongkok untuk transplantasi organ.

Pada tahun 2015, Taiwan melakukan amandemen terhadap Regulasi Transplantasi Organ Manusia untuk melarang wisata transplantasi, baik sebagai tingkat industri maupun di tingkat individu. 

Korea Selatan juga mengesahkan undang-undang pada tanggal 8 Oktober, yang mewajibkan warganegara Korea Selatan yang pergi ke negara lain untuk transplantasi dengan sumber organ yang tidak diketahui, harus mendaftar setelah kembali ke Korea Selatan. Jepang saat ini masih dalam proses merevisi hukum transplantasi untuk mengikutinya. (Vv)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular