oleh He Jingtian

Huawei yang berkantor pusat di Kota Shenzhen berencana melego smartphone merk “Honor” seharga RMB. 100 miliar (setara USD. 15,2 miliar) kepada Digitel China, distributor ponsel dan korporasi konsorsium yang dipimpin oleh pemerintah Kota Shenzhen.

Reuters pada 10 November mengutip informasi dari sumber yang namanya tidak mau dipublikasikan melaporkan, bahwa Huawei yang berkantor pusat di Kota Shenzhen berencana melego smartphone merk “Honor”.

“Honor” akan dilego  seharga RMB. 100 miliar atau setara USD. 15,2 miliar kepada Digitel China, sebuah distributor ponsel dan korporasi konsorsium yang dipimpin oleh pemerintah Kota Shenzhen.

Sumber tersebut mengatakan bahwa penjualan bisnis smartphone merk “Honor” secara tunai tersebut mencakup hampir semua aset, kemampuan penelitian dan pengembangan (R&D), serta manajemen rantai pasokan. Huawei dapat mengumumkan berita tersebut paling cepat pada hari Minggu 15 November 2020.

Kedua orang sumber mengatakan bahwa Digital China yang juga bekerja sama dengan Huawei dalam komputasi awan dan bisnis lainnya berencana untuk membiayai sebagian besar transaksi pembelian itu melalui dana pinjaman bank. 

Mereka mengatakan bahwa setidaknya ada 3 perusahaan institusional yang didukung oleh perusahaan investasi pemerintah Shenzhen akan bergabung, masing-masing akan memegang 10% hingga 15% saham “Honor”.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa setelah transaksi penjualan, Honor berencana untuk mempertahankan sebagian besar tim manajemen dan lebih dari 7.000 orang karyawan Honor. 

Selain itu “Honor” berencana go-public dalam waktu 3 tahun mendatang. Karena masalah kerahasiaan, para sumber ini menolak disebutkan namanya.

Tahun lalu, pemerintah Amerika Serikat  melarang sebagian besar perusahaan Amerika Serikat  melakukan bisnis dengan Huawei dengan alasan keamanan nasional. 

Pada bulan Mei tahun ini, pemerintah Amerika Serikat  membatasi Huawei membeli teknologi Amerika, Chip-chip yang dipakai untuk 5G telekomunikasi peralatan jaringan serta premium P dan smartphone seri Mate.

Pada tahun 2013, Huawei mendirikan Honor yang bisnis utamanya dijalankan secara independen. Para pengamat mengatakan bahwa penjualan Honor dimaksudkan agar ia tidak terganggu oleh Huawei yang terkena sanksi Amerika Serikat.

Honor menjual smartphone kepada pihak ketiga melalui situs webnya sendiri, dan bersaing dengan Xiaomi, Oppo, dan Vivo di pasar ponsel kelas ekonomi. Perusahaan juga menjual ponsel di Asia Tenggara dan Eropa.

Menurut data dari perusahaan riset “Canalys”, di antara 51,7 juta smartphone yang dikirim pabrik Huawei dari bulan Juli hingga September, smartphone bermerk menyumbang 26%. Produk Honor juga mencakup laptop, tablet, smart TV, dan aksesori elektronik.

Salah seorang sumber mengutip data yang telah diaudit mengatakan bahwa karena margin keuntungan dari ponsel kelas ekonomi tipis, bisnis ini memiliki pendapatan penjualan tahun lalu sekitar RMB 90 miliar dengan laba bersih sekitar RMB 6 miliar.  (Sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular