Apakah Anda pernah mendengar tentang Atlantis?  Dalam catatan Timaeus dan Critias, Plato menyebutkan tentang negeri misterius, Atlantis  dalam dua dialognya 2400 tahun silam. Selama ribuan tahun terakhir, Atlantis bukan hanya tidak dilupakan, sebaliknya seiring bergulirnya waktu, semakin banyak orang yang bergabung dalam pencarian negeri Atlantis ini.

 Baru-baru ini, ada yang menemukan benda logam yang diduga berasal dari Atlantis. Lantas, apakah negeri yang luar biasa bak dongeng ini benar-benar ada? 

Untuk diketahui, mengutip dari wikipedia, Timaeus dan Critias, dua dialog karya Plato, adalah satu-satunya catatan tertulis yang tersedia dan secara spesifik membahas tentang Atlantis. Keduanya berisi percakapan antara Socrates, Hermocrates, Timaeus, dan Critias.   

Atlantis 

Solon, yang dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh orang bijak Yunani kuno sekitar 2.600 tahun yang lalu, datang ke Mesir dan mendengar ada sebuah negeri yang hebat di Samudra Atlantik yang kini berusia 12.000 tahun.

Legenda mengatakan bahwa dewa penguasa laut, Poseidon menikah dengan seorang putri manusia biasa dan melahirkan 10 anak. Saat mereka dewasa, Poseidon membagi wilayahnya menjadi 10 negara bagian, masing-masing diperintah oleh ke-10 putranya. 

Anak tertua bernama Atlas, adalah pemimpin tertinggi dan merupakan asal muasal nama Atlantis. Negeri ini terletak di sebuah pulau besar yang ibukotanya dipisahkan oleh laut dan darat, untuk menghubungkan daratan mereka membangun jembatan yang menjulang tinggi. Di sini memiliki harta kekayaan yang tak terhitung banyaknya, bahkan saking kayanya dinding istana dilapisi dengan emas dan perak. 

Mereka juga kaya akan logam yang disebut Orichalcum, yang digambarkan Plato sebagai logam berharga kedua setelah emas. Logam Orichalcum ini bahkan dapat memancarkan cahaya merah. 

Buku Plato yang membahas tentang Atlantis

Untuk mengembangkan perdagangan, mereka juga membangun banyak pelabuhan, dan dalam kehidupan mereka ada pemasok air dingin dan panas selama 24 jam. 

Pada awalnya, orang-orang Atlantis menjalani kehidupan yang makmur, namun entah sejak kapan hati mereka mulai dirasuki keserakahan. Mereka mulai membentuk pasukan untuk menaklukkan negara-negara sekitarnya. 

Di masa kejayaan, mereka memiliki lebih dari 1.200 kapal perang. Ketika mereka menyerang Yunani, entah mengapa Atlantis tiba-tiba runtuh, kemudian diterjang tsunami setinggi beberapa meter dan menenggelamkan negeri ini ke dasar laut. 

Apakah Atlantis itu eksis? 

Selama berabad-abad, orang-orang membicarakan sebenarnya Atlantis itu ada atau tidak. Beberapa sejarawan rasional berpikir bahwa itu hanyalah dongeng karya Plato, tetapi sebenarnya bukan Plato yang lebih awal menyebutkan Atlantis!

Sejak puluhan tahun silam sebelum Plato mengemukakan tentang Atlantis kala itu, Herodotos (484-425 SM), sejarawan Yunani Kuno yang dikenal sebagai bapak sejarah sudah lebih dulu mengemukakan tentang keberadaan Atlantis dalam buku sejarahnya. 

Herodotos mengatakan bahwa Atlantis pada saat itu sudah menguasai seluruh Mediterania. Negara ini sangat kuat dan bahkan memiliki pegunungan bernama Atlas. Tidak hanya Herodotos, ahli geografi dan sejarawan Yunani terkenal Strabo juga menyebut tentang Atlantis dalam buku Geografinya. Dia sependapat dengan Herodotos bahwa Atlantis itu memang pernah eksis ! 

Selain itu juga Gaius Plinius Secundus atau Plinius Tua (23 Masehi – 25 Agustus 79), juga menyebutkan dalam buku Naturalis Historia karyanya tentang benua Atlantis yang pernah berperang dengan Athena. 

Asal tahu saja, mereka yang menyebutkan Atlantis ini bukanlah orang-orang sembarangan, buku mereka diakui oleh banyak cendekiawan modern. Pertanyaannya adalah, mungkinkah mereka menggambarkan atau menceritakan negara yang mereka pikir tidak ada dan menuliskannya di buku mereka? Bahkan, dalam dua puisi epik utama Yunani, Iliad dan Odisseia yang ditulis oleh Homeros, seorang penyair buta dari Ionia juga menyebutkan tentang keberadaan Atlantis.

Setelah mendengar puisi Iliad dan Odisseia, mungkin banyak yang berpikir bahwa Atlantis mungkin hanyalah dongeng belaka. Namun, perang Troya di awal Iliad, puisi epik karya Homeros yang tak lekang oleh waktu juga pernah dianggap sebagai dongeng. 

Sampai pada tahun 1871 kemudian akhirnya ditemukan bahwa kota Troya tu memang ada. Lalu, apakah Atlantis juga ada? 

Meski banyak orang tidak percaya Atlantis pernah ada, namun, tetap saja masih banyak arkeolog dan petualang yang secara aktif mencari keberadaan Atlantis yang legendaris. Hanya di Laut Mediterania saja ditemukan 10 situs yang diduga reruntuhan Atlantis.

Hari ini mata ketiga akan membahas sejenak tentang peradaban Minoa di Pulau Santorini, tempat kemungkinan besar keberadaan Atlantis. Peradaban Minoa terletak di pulau Santorini dan Kreta di Mediterania atau Kallisti Limnes, yang berarti ‘danau terindah’ dalam Bahasa Yunani Kuno. Kedua pulau ini dianggap oleh banyak ahli sebagai tempatnya Atlantis karena alasan berikut ini. 

Share

Video Popular