Scott Goulet – Front Page 

Saya adalah Scott Goulet. Ini adalah sebuah program baru. Kami akan membawa anda berita-berita baik di mana media arus utama menolak memberikan kebebasan anda untuk berbelas kasih kepada orang lain. Hari ini kita mempunyai berita baik untuk anda mengenai tim Donald Trump. 

Apa yang kami akan ungkap adalah kemenangan tim Donald Trump karena Presiden Donald Trump terus bergerak maju di medan pertempuran, bergerak semakin mendekati untuk terpilih kembali. Banyak hal yang terjadi selama minggu lalu sejak Pemilu tahun 2020. 

Tim peneliti dan semua staf The Epoch Times telah bekerja siang malam untuk memberitahukan kepada anda situasi yang sebenarnya. Dikarenakan media arus utama menolak untuk membiarkan orang-orang tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya. Banyak dari anda sekalian sudah meninjau The Epoch Times sebagai sumber berita primer. Kami juga sangat mengandalkan penelitian yang dilakukan oleh staf kedudukan tertinggi di The Epoch Times agar anda menyaksikan tayangan ini. 

Kami akan mulai dengan beberapa bukti kecurangan secara masif yang terjadi pada Pemilu tahun 2020 yang meningkatkan semua gugatan sedang dikumpulkan oleh tim Donald Trump. Bagi orang-orang di belakang media arus utama dan terus berceloteh menunjukkan ada bukti kecurangan pemilih. Seperti apa yang dikatakan pengacara Rudy Giuliani, anda akan terkejut. Mari mulai dari Dominion. 

Dominion adalah perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak penghitungan suara. Tiga orang karyawan Dominion mengatakan bahwa, perangkat lunak ini dapat mengubah 38 juta surat suara yang mengejutkan dan ini bahkan bukanlah pencurian pemilu yang serentak, jadi kami sedang berupaya menghentikan pencurian tersebut. Kami berupaya menolong tim Donald Trump setidaknya menghentikan orang-orang yang mencuri. 

Beberapa latar belakang yang menanyakan bukti adanya kecurangan pemilu. Saat seseorang tampil dan bersumpah di bawah hukum dan tidak seorang pun membantah secara langsung pernyataan-pernyataan ini, maka kesaksian orang bersumpah tersebut adalah bukti hidup. 

Demikian bagaimana hal tersebut bekerja, sehingga bukti tersebut dalam banyak kasus akan berasal dari sangat banyak saksi. 

Melangkah maju. Mantan walikota New York, Rudy Guiliani mengatakan pada minggu lalu bahwa mereka memiliki setidaknya 50 saksi dan juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany dalam Twitter nya menulis kesaksian sumpah yang baru di muka pengadilan, yang mana akan diajukan terkait ketidakteraturan pemilu diduga keras terjadi di Pennsylvania. 

Kelompok integritas pemilu disebut True the Vote. True the Vote menuduh empat daerah di Pennsylvania memiliki penghitungan suara yang ilegal dan meminta Gubernur Negara Bagian Pennsylvania dan Sekretaris Negara Bagian Pennsylvania, Kathy Boockvar, menghadap pengadilan federal. 

Rudy Giuliani juga mengatakan bahwa 650.000 surat suara yang dihitung secara ilegal, telah dihitung di Philadelphia dan Pittsburgh dan Jaksa Indiana dan Tennessee bergabung untuk mendukung gugatan Partai Republik terhadap Pennsylvania yang memperluas koalisi proses pengadilan ini menjadi 16 orang. Jadi itulah yang terjadi di Pennsylvania. 

Sejauh ini, tim Donald Trump telah mengajukan gugatan sedikitnya terhadap enam negara bagian, yang mencakup Pennsylvania, Georgia, Arizona, Nevada, Wisconsin dan Michigan. Mengenai Michigan, berkas surat keterangan tertulis yang dibuat di bawah sumpah untuk Wayne County di Michigan, memuat 234 halaman kesaksian dari 500 pemilih yang menuduh adanya kecurangan pada pemilu. 

Di antara tuduhan yang dilontarkan oleh mereka, ada masalah seperti 60 surat suara memuat tanda tangan yang sama dan juga ada surat suara yang pemilihnya sudah meninggal dunia. Jadi anda dapat melihat tim Donald Trump sedang menyerang balik dengan sangat berat. 

Mari kembali ke berita gembira untuk kampanye Donald Trump dan berita buruk untuk Biden bahwa whistleblower dari perusahaan perangkat lunak pemilu yaitu Dominion. Menurut Hal Turner Radio, tiga karyawan Whistleblower dari Dominion yang mengembangkan perangkat lunak pemungutan suara yang disebut Dominion muncul dengan mengatakan bahwa Dominion telah mengubah 38 juta suara. 

Ketiga pelapor pelanggaran ini mengatakan perangkat lunak pemungutan suara yang mereka kembangkan digunakan secara luas di banyak negara bagian di Amerika Serikat dan perangkat lunak tersebut dapat menggeser atau menghapus lebih dari 38 juta suara. 

Rudy Giuliani mengatakan ketiga Whistleblower ini bersedia memberi kesaksian di bawah sumpah mengenai apa yang terjadi. Ini bukanlah berita baik untuk Biden dan cenderung dilakukan penghitungan ulang dan bahkan kemungkinan dilakukan pemungutan suara ulang. 

Menurut sumber komunitas intelijen, penggeseran suara oleh perangkat lunak Dominion adalah senjata pilihan pertama Demokrat. Surat suara yang dikirim melalui pos adalah senjata pilihan kedua. Itulah alasannya mereka membekukan semua penghitungan pada malam pemilu, anda ingat bukan? Perangkat lunak tidak memberikan hasil yang memuaskan bagi mereka, maka mereka terpaksa menggunakan mobil-mobil van yang penuh dengan surat suara yang belum diisi yang dikirim pada jam 4 pagi. 

Apa yang dilakukan Demokrat juga adalah Demokrat tidak mengizinkan Republik untuk menyaksikan sebagai pengawas pemungutan suara. Media arus utama tidak ingin melaporkan bahwa Pennsylvania dan Michigan tidak mengizinkan pengawas pemungutan suara dari Partai Republik untuk menyaksikan atau mengamati. Ini berarti ratusan ribu surat suara tidak diizinkan untuk dihitung. 

Mari kembali ke Dominion. Saya membaca sebuah tulisan di Twitter dari Presiden Donald Trump mengenai Dominion, yang berbunyi, “Lapor” Dominion menghapus 2,7 juta suara untuk Donald Trump di seluruh Amerika Serikat. Analis data menemukan 221.000 suara di Pennsylvania digeser dari Presiden Donald Trump menjadi suara untuk Biden. 941.000 Suara untuk Donald Trump dihapus. Negara-negara bagian menggunakan sistem pemungutan suara Dominion untuk menggeser 435.000 suara untuk Donald Trump menjadi untuk Biden.” 

Pada 14 November, pendukung Presiden Trump berkumpul di luar gedung gubernur Minnesota di St. Paul, untuk memprotes tim Biden mencuri suara pemilihan. (Stephen Maturen/Getty Images)

Ini adalah berita yang mengejutkan. Ketiga karyawan perusahaan pengembang perangkat lunak Dominion ini melaporkan pelanggaran. Terbukti bahwa ketiga karyawan ini mengembangkan perangkat lunak ini yang dapat mengubah sebanyak 38 juta surat suara. 

Hal ini bukan hanya dugaan belaka, tetapi merupakan kesaksian langsung karyawan Dominion yang mengembangkan perangkat lunak tersebut dan kemudian ini adalah penelitian dari Dr. Shiva Ayyadurai dari MIT. 

Dr. Shiva Ayyadurai dari MIT dan timnya setelah melakukan penelitian ilmiah, secara terbuka menantang Biden menggunakan data ilmiah. Dr. Shiva mengatakan analisi kami di Michigan menunjukkan sebuah algoritma komputer yang cenderung digunakan untuk mentransfer 69.000 suara. Kami ingin menunjukkan hasil yang kami peroleh untuk tinjauan yang kritis dan transparan dengan perwakilan Biden. 

Tetapi saya tidak berpikir Biden menerima tantangan tersebut. Analis tim Dr. Shiva menunjukkan sedikitnya 69.000 suara untuk Donald Trump diubah menjadi suara untuk Biden oleh perangkat lunak Dominion. Dengan kata lain, bila suara untuk Donald Trump dipotong 69.000 suara, maka suara untuk Biden akan bertambah 69.000 suara oleh perangkat lunak Dominion. Hal ini berdasarkan Dr. Shiva dari MIT. 

Jadi, ada banyak bukti yang muncul mengenai bagaimana perangkat lunak pemilu dicurangi. Ada juga banyak bukti yang muncul mengenai kecurangan surat suara yang dikirim melalui pos yang digunakan untuk berupaya mencurangi pemilu. 

Tetapi bagi saya, semua kecurangan ini akan terungkap dan Donald Trump akan kembali terpilih. Mari beralih ke bukti kecurangan surat suara yang dikirim melalui pos. 

Donald Trump mentweet kembali tulisan Ryan Fournier di Twitter dan mencakup frasa: Pemilu yang Dicurangi! Terima kasih Ryan. Tulisan Ryan Fournier di Twitter, BONGKAR: Pekerja USPS yang lain di Pennsylvania menghadap Project Veritas. 

James O’keefe, seorang wartawan investigasi independen dan pendiri Project Veritas juga mentweet bahwa pekerja The United States Postal Service – USPS- yang lain secara terbuka memaparkan perbuatan yang salah saat pemilu di kantor pos Pennsylvania. 

Richard Hopkins sudah muncul mengenai kecurangan terhadap surat suara yang dikirim melalui pos dan segera James O’keefe akan mengungkapkan siapa berikutnya yang akan muncul mengenai kecurangan terhadap surat suara yang dikirim melalui pos. 

Richard Hopkins, adalah karyawan pertama layanan pos Amerika Serikat di Pennsylvania, yang melaporkan kepada James O’keefe di Project Veritas bahwa kepala kantor pos Pennsylvania meminta para karyawan kantor pos untuk memundurkan tanggal surat suara yang dikirim setelah Hari Pemilu, sehingga surat suara tertera tanggal 3 November walaupun surat suara tersebut tiba pada tanggal 4 November. 

Seperti yang dapat anda bayangkan kini Demokrat putus asa. Demokrat menggunakan segala cara yang mungkin untuk memenangkan pemilu ini, tetapi sisi gelap takut melihat sinar saat sinar matahari menyinari, maka kegelapan sirna. 

Saya harap semua bukti ini muncul untuk membantu memulihkan harapan anda bahwa Presiden Donald Trump akan kembali terpilih dan tim Donald Trump akan membuat Amerika Serikat berjaya kembali.  (vv)

Share

Video Popular