Frank Fang

Sebuah kota di Mongolia Dalam, Tiongkok Utara, di-Lockdown setelah otoritas kesehatan setempat mengumumkan dua kasus infeksi lokal COVID-19. 

Komisi Kesehatan Mongolia Dalam mengumumkan Kasus infeksi yang baru muncul di Manzhouli, sebuah kota yang berbatasan dengan Rusia. Kantor Kesehatan itu menyampaikan pengumumannya di situs webnya sekitar pukul 5 sore waktu setempat pada tanggal 21 November 2020. 

Komisi tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut, hanya menyampaikan bahwa orang-orang yang melakukan kontak erat dengan dua orang yang terinfeksi tersebut sedang ditemukan.

Pejabat kesehatan Tiongkok membuat kesibukan setelah pengumuman komisi. Menurut media yang dikelola pemerintahan Komunis Tiongkok, komunitas lokal di Manzhouli  ditempatkan di bawah “manajemen tertutup”, dan semua warga negara akan dites COVID-19. Adapun belajar mengajar di sekolah hingga taman kanak-kanak ditangguhkan.

Warga setempat juga dilarang menggelar pertemuan skala besar seperti pesta makan malam dan jamuan makan, menurut media yang dikelola pemerintah. Sedangkan operasional  kegiatan publik untuk sementara dihentikan. 

Bahkan, Layanan kereta api dan bandara di Manzhouli juga dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut. 

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Partai Komunis Tiongkok yang biasa dikenal dengan coronavirus. Virus itu pertama kali muncul di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, pada akhir 2019.

The Epoch Times merujuk pada virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19, sebagai virus PKT, karena sensor berita dan kesalahan manajemen dari Partai Komunis Tiongkok, sehingga memungkinkan virus itu menyebar ke seluruh Tiongkok dan menciptakan pandemi global.

Qin, seorang penduduk di Manzhouli dan pemilik sebuah dealer mobil, mengkonfirmasi kepada Epoch Times berbahasa Mandarin pada 21 November 2020, bahwa kota itu diisolasi. Dia mengatakan bahwa komunitas perumahan tempat dia tinggal ditempatkan pada kondisi “manajemen penutupan.” Sam halnya dengan pemukiman komunitas terdekat lainnya.

Qin mengatakan dua orang yang terinfeksi dilaporkan oleh pejabat kesehatan adalah sebagai pasutri. Mereka dan ketiga anaknya termasuk di antara 13 orang lainnya yang di-karantina.

Di antara 13 orang itu, Qin mengatakan salah satu dari mereka, baru-baru ini pergi ke Ulanhot, kota lain di Mongolia Dalam yang terletak sekitar 10 jam berkendara dari Manzhouli.

Mengenai sumber kasus infeksi terbaru, Qin mengatakan ia mengetahui dari pengumuman lokal bahwa virus tersebut diklaim berasal dari beberapa paket tepung yang dikirim dari Rusia.

Sepasang suami istri yang tinggal di Manzhouli, yang menolak memberikan nama mereka kepada The Epoch Times, mengatakan bahwa mereka mengetahui dari pengumuman lokal bahwa suami dari pasangan yang terinfeksi pada awalnya tertular virus setelah menangani beberapa paket di zona perdagangan kota. 

Sang suami bekerja sebagai pembersih di trade zone, sedangkan sang istri sebagai babysitter. Mereka menambahkan bahwa pihak berwenang setempat telah merilis daftar nama orang-orang yang harus di-karantina.

Untuk menghadapi lockdown, pasutri itu menyampaikan telah menimbun kebutuhan pokok. Sementara itu, rak-rak di pasar lokal telah ludes. Mereka juga mengetahui bahwa tim rumah sakit telah tiba di kota untuk membantu menguji orang-orang terkait virus tersebut.

Transportasi juga telah ditutup.  Selain itu, layanan bus juga dihentikan. Bahkan, kendaraan pribadi dilarang mengaspal, dan beberapa jalan raya ditutup. Mereka memperkirakan infeksi lokal akan memburuk dalam beberapa hari mendatang.

Menurut media yang dikelola pemerintah, seorang staf yang tidak disebutkan namanya di pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Manzhouli, menolak berkomentar ketika dikonfirmasi apakah benar dua orang yang terinfeksi adalah sepasang suami dan istri. Staf itu hanya menambahkan bahwa Manzhouli ditutup, dan akses ke kota dilarang.

Seorang analis menunjukkan Rezim Komunis Tiongkok menyalahkan negara lain atas kasus COVID-19 terbaru di Tiongkok. Pihak berwenang setempat mengklaim bahwa produk makanan beku yang diimpor dari negara lain terkontaminasi virus Partai Komunis Tiongkok, nama lainnya dari  coronavirus yang menyebabkan COVID-19.

Rezim Tiongkok juga dikenal kurang melaporkan kasus COVID-19 yang dinilai meremehkan krisis. Oleh karena itu, sulit untuk menilai skala sebenarnya dari situasi wabah di Tiongkok.

Komentator urusan Tiongkok, Tian Yun mencatat: “Semua contoh ini menunjukkan bahwa virus masih jauh dari selesai. Pandemi pasti semakin parah. “

Sedangkan, Komentator politik Lan Shu, dalam sebuah wawancara dengan NTD mengatakan: “Partai Komunis Tiongkok menutupi penanganannya yang gagal atas COVID-19 dengan mengalihkan kesalahan ke negara lain. Selain itu, bertujuan mengalihkan perhatian publik dan menyesatkan mereka sehingga percaya bahwa Tiongkok adalah tempat teraman di dunia.  (asr)

Ikuti Frank di Twitter: @HwaiDer

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular