Yangtian Li

Sebagai seseorang yang pernah mengalami hidup di Komunis Tiongkok, baru-baru ini saya teringat oleh pemberitaan media arus utama mengenai Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Revolusi Kebudayaan. Tidak peduli seberapa baik seseorang, Partai Komunis Tiongkok mengarang kebohongan untuk menodai reputasi seseorang. Partai Komunis Tiongkok bilang “Sebuah kebohongan yang diulang ribuan kali menjadi kebenaran.”

Sebuah kampanye fitnah yang dimulai saat Donald Trump mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat empat tahun lalu melanjutkan perjalanannya ke dalam skandal Spygate dan upaya pemakzulan yang tidak berdasar. Media arus utama yang berpengaruh yakni  sebuah mesin propaganda sayap kiri, berupaya mengendalikan bagaimana orang-orang seharusnya berpikir. 

Media arus utama tersebut tidak melaporkan kebenaran, termasuk kebenaran  komunikasi dan prestasi Presiden Donald Trump. Media tersebut mengabaikan fakta dan selanjutnya mengubah dialog  menjadi sebuah narasi negatif.

Yang lebih aneh adalah media tersebut tidak mentolerir media lain yang melaporkan fakta kebenaran. Media itu memanfaatkan pengaruhnya untuk menyerang atau menekan  media pesaing. Contohnya mencakup laporan investigasi bias The New York Times terhadap The Epoch Times, media jurnalisme yang jujur.

Saya curiga bahwa kampanye jahat terhadap Donald Trump adalah karena pendirian Donald Trump yang keras terhadap Partai Komunis Tiongkok dan Donald Trump ingin membuat Amerika Serikat kembali menjadi negara yang hebat. Sementara bekerja tanpa lelah untuk kebaikan Amerika Serikat dan rakyatnya, Donald Trump menunjukkan bahwa ia tidak takut dengan fitnah dan tuduhan media sayap kiri.

Media arus utama kiri telah memainkan peran yang sangat besar dalam mempengaruhi opini publik. Jika media arus utama kiri ingin mencemarkan nama baik seseorang, maka mereka akan menyajikan cerita yang negatif, terlepas dari apakah cerita tersebut adalah nyata atau palsu. Setelah beberapa saat, masyarakat umum akan membentuk kesan negatif terhadap orang tersebut. Saat waktunya untuk menghancurkan reputasi orang itu, media arus utama kiri dapat dengan mudah menambahkan lebih banyak lagi “skandal” dan tuduhan palsu lainnya.

Kemudian, politisi elit mengambil kekuasaan korban atau memvonis korban tersebut atas “kejahatan”, dan dengan demikian, kaum kiri telah berhasil mencapai tujuan mereka. Di kamus Partai Komunis Tiongkok, hal tersebut disebut “pembenaran pemberontakan.” Mao Zedong mengatakan prinsip inti dari Marxisme adalah “memberontak dibenarkan.”

Bagi orang-orang Tiongkok yang pernah hidup di bawah rezim komunis, intrik semacam itu adalah sudah biasa. Orang Tiongkok yang telah tunduk pada banyak gerakan di mana Partai Komunis Tiongkok mulai menganiaya rakyat Tiongkok, dari pembantaian Lapangan Tiananmen hingga  penganiayaan brutal dan genosida terhadap Falun Gong, dapat melihat melalui skema ini, apa sebenarnya Partai Komunis Tiongkok itu.

The Epoch Times, yang didirikan oleh ekspatriat Tiongkok, melihat media arus utama tersebut sebagai pembajakan opini publik yang disengaja karena memutar ulang lagu lama.  Itu juga melihat kebohongan dan ketakutan yang diciptakan oleh sayap kiri karena mengikuti naskah lama yang sama. Fakta dan kebenaran yang dilaporkan media arus utama tersebut sepenuhnya memaparkan hantu Partai Komunis Tiongkok dan komunisme.

Cara media kiri memperlakukan Donald Trump sama seperti bagaimana Partai Komunis Tiongkok memperlakukan seorang pembangkang selama Revolusi Kebudayaan. Bagaimana media kiri bertindak pada pemilihan umum Amerika Serikat tahun 2020 adalah seperti bagaimana Partai Komunis Tiongkok merebut kekuasaan dan memperkuat rezim totaliternya di Tiongkok. Pada akhirnya, mereka yang disuap dan dimanfaatkan akan ditinggalkan atau dibuang, kemungkinan besar mereka ini akan mengalami nasib yang tragis.

Partai Komunis Tiongkok menipu dan mengeksploitasi kaum minoritas dan mayoritas orang miskin dengan kedok “merawat mereka.” Sekali kaum kiri hantu komunis merebut kekuasaan, maka batu loncatan ini akan menjadi pengorbanan manusia bagi si hantu komunis. Jika seseorang membaca pernyataan orang-orang Tiongkok yang mundur dari Partai Komunis Tiongkok di situs Tuidang, maka seseorang dapat merasakan bagaimana orang-orang Tiongkok tersebut telah tersadar dari kebohongan dan penipuan Partai Komunis Tiongkok.

Hal yang sama terjadi pada media kiri dan politisi kiri yang menyerang The Epoch Times. Saya percaya bahwa saat Joe Biden tidak lagi berguna bagi Partai Komunis Tiongkok, maka Biden  akan ditinggalkan oleh Partai Komunis Tiongkok.  

Sosialisme telah menghancurkan Amerika Serikat, dan teror komunisme yang sedang terjadi adalah sangat jahat. Jika sosialisme mengambil alih Amerika Serikat, sosialisme akan menghapus Konstitusi Amerika Serikat. Sosialisme akan menghancurkan nilai-nilai tradisional Amerika Serikat seperti yang terjadi pada Tiongkok di bawah pemerintahan komunis.

Di Tiongkok, kepemimpinan komunis dan Marxisme-Leninisme telah tertulis dalam konstitusi, dan komunisme telah menghancurkan sejarah dan kebudayaan yang berusia 5.000 tahun. 

Meskipun beberapa menyebut kebebasan ditulis di dalam Konstitusi Tiongkok, kebebasan tersebut tidak pernah diterapkan atau dilindungi. Sebagai seseorang yang pernah tinggal di  Tiongkok selama beberapa dekade dan mengalami penganiayaan, hal ini terukir dalam ingatan seseorang.

Kebenaran ini adalah sederhana, tetapi kaum kiri, agen dari roh jahat komunis di Amerika Serikat dan para politisi yang disusupi oleh Partai Komunis Tiongkok,  berbohong kepada publik dan berusaha menyembunyikannya. Mereka menyerang Donald Trump dengan mencoreng reputasi Donald Trump dan menggunakan propaganda untuk menyatakan apa yang Donald Trump dukung yakni melawan komunisme dan sosialisme, adalah salah. Karena tepatnya apa yang diinginkan politisi kiri dan media kiri adalah sosialisme.

Oleh karena itu, tidak terelakkan bagi The New York Times untuk menyerang The Epoch Times yang berbasis latar belakang dan tujuan ini. Media kiri juga mengatakan secara tidak langsung bahwa Falun Gong itu adalah buruk. 

Mengapa? Apakah karena Falun Gong percaya pada Sejati, Baik, dan Sabar? 

Nasihat saya kepada orang-orang ini adalah hanya Partai Komunis Tiongkok yang menentang Falun Gong dan telah menganiaya Falun Gong selama 21 tahun. Partai Komunis Tiongkok percaya kebohongan, kejahatan, dan kekerasan, dan sebagai hasilnya, Partai Komunis Tiongkok menuju ke arah penghancuran yang tidak terelakkan. Seluruh dunia tahu kejahatan Partai Komunis Tiongkok. Pada saat yang sama, dunia secara keseluruhan juga mengetahui bahwa Sejati, Baik, dan Sabar adalah baik.

Saya pernah mengajukan pertanyaan langsung kepada sekelompok orang, beberapa di antaranya adalah pemimpin agama yang berbeda dan politisi dengan opini politik yang berbeda. 

“Jika Yesus, Sakyamuni, dan Lao Tze ada di sini bersama kita di dunia pada saat ini, saya bertanya, menurut anda apakah mereka akan menentang Sejati, Baik, dan Sabar?” 

Para pemimpin agama dan politisi tersebut memikirkannya dengan serius dan berkata, “Tidak.”

Kemudian, saya bertanya, “Siapa yang menentang Sejati, Baik, dan Sabar?” 

Para pemimpin agama dan politisi tersebut tidak dapat menyebutkan satu pun saat itu.

Saya memberitahu para pemimpin agama dan politisi tersebut  bahwa Partai Komunis Tiongkok telah menentang Falun Gong selama lebih dari 20 tahun. Partai Komunis Tiongkok telah sangat menganiaya Falun Gong selama lebih dari 20 tahun, tetapi Falun Gong telah menginformasikan dunia mengenai Sejati, Baik, dan Sabar.Sementara itu, seluruh dunia mengetahui kejahatan Partai Komunis Tiongkok. Dunia secara keseluruhan menolak Partai Komunis Tiongkok, dan Partai Komunis Tiongkok sedang menuju kehancuran.

Sejati, Baik, Sabar

Karena Marxisme, landasan teoritis Partai Komunis Tiongkok, adalah salah maupun jahat, baik di Eropa Timur maupun di Asia, Partai Komunis Tiongkok telah membuktikan bahwa Partai Komunis Tiongkok adalah korup. Partai Komunis Tiongkok adalah palsu, ganas, dan kekerasan, bertentangan langsung dengan Sejati, Baik, dan Sabar.

Mari kita lihat Amerika Serikat, Tiongkok, Taiwan, Hong Kong, dan dunia sebagai suatu keseluruhan. Jika mereka ini dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok, maka mereka dikendalikan oleh kekuatan gelap. 

Jika pemilihan umum Amerika Serikat adalah adil, jika kita menjunjung tinggi Konstitusi Amerika Serikat, jika kita mendukung nilai-nilai universal, dan jika setiap orang mematuhi Sejati, Baik, dan Sabar, maka dunia akan berubah menjadi lebih baik.

Dari sudut pandang fundamental, untuk suatu negara dan rakyatnya, jika manusia percaya pada Pencipta dan moralitas, maka keajaiban dapat terjadi.

Jika standar moral setiap orang adalah luhur dan para politisi tulus bekerja untuk negara dan rakyat, tidak akan ada lagi penipuan dan korupsi; maka orang-orang dengan akhlak yang luhur akan saling mendukung dan peduli; dan hidup kita dapat benar-benar indah. (Vv)

Yangtian Li secara pribadi menyaksikan Revolusi Kebudayaan di Tiongkok. Dia sekarang tinggal di California Selatan

Share
Tag: Kategori: OPINI

Video Popular