WEN PINRONG

Pola adalah waktu dan ruang. Dunia adalah waktu dan ruang. Alam semesta juga adalah waktu dan ruang. Pola setiap orang adalah waktu-ruang, dunia dan alam semesta bagi orang tersebut. Ada orang membentuk polanya sendiri, sudah menjadi takdirnya; ada orang yang galau karena tidak mengenal pola. Ada yang polanya lemah, dan menjadi orang terpinggirkan. 

Bahkan ada orang yang memiliki ruang tanpa ada waktu, mudah terjebak dalam kekakuan, atau sulit membentuk pola. Barang siapa yang tersesat dalam ruang, akan mendobrak keluar dari pola, bagaimana kehidupannya?

Seorang pemuda (19) yang tumbuh dewasa di ujung selatan pulau Taiwan, dimana laut dan langit seakan menyatu, hutan yang subur dan air yang jernih di tengah alam yang asri, hidupnya sungguh bahagia dan bebas. Orang pada pola seperti apakah yang bisa menikmati dimanjakan dengan alam lepas? Jika tidak, maka gunung dan sungai yang indah, sungguh terasa membosankan.

Baru-baru ini ada seorang ayah acap kali membawa putra kesayangannya ke dokter, putranya sangat memilih dokter, tidak ada satu pun dokter yang cocok dengannya, hampir semua dokter hanya dikunjungi sekali, lalu tidak pernah datang  berobat  Kembali,  satu persatu  dokter berganti dokter, sang putra sangat bandel dan tidak mau berobat lagi. Dunia ideal sang putra, dan dunia realita sang ayah, seberapa jauh terpisah?

Ayah berusaha membujuknya, akhirnya putranya berjanji pergi ke satu dokter terakhir. Dokter itu berada di Taichung, jaraknya sangat jauh! Si anak pun berusaha menolak, setelah beberapa hari tarik ulur, akhirnya  si anak  berhasil diseret naik ke mobil. 

Ayah pun mengemudikan mobil membawa putranya berobat, perjalanan dengan mobil ditempuh 3 jam setengah, perjalanan pulang pun 3 jam setengah, membayangkannya saja sudah kelelahan, sungguh hati semua orang tua hanya demi sang anak!

Duduk di kursi pasien, pemuda itu mengokangkan kakinya, topinya dipakainya miring, posisi duduknya juga miring sambil memainkan ponsel, tiga kali dipanggil namanya baru menjawab. Gaya berjalannya petantang petenteng, menatap orang lain  dengan sinis. 

Duduk di kursi pasien sambil mengokangkan kaki, tangannya di atas meja bertopang dagu. Ayahnya berdiri di sampingnya, seolah sedang distrap berdiri.

Sikap berobat macam apa itu? Saya berkata, “Duduk yang baik, turunkan kedua tanganmu, juga kakimu, lepas topimu, simpan ponsel di dalam tas.” Pemuda itu tertegun, belum berobat, sudah diberi pelajaran pengenalan siswa baru? Pemuda yang tidak mendapatkan pendidikan di rumah, maka akan dijinakkan di masyarakat

Pola pada kehidupan, bagaimana menempatkannya? setelah melihat sejenak menatap pemuda itu saya berkata, “Ulurkan tangan, dan lidahmu.” Setelah  melihat sejenak, saya “Kamu ini, otakmu pintar, seorang perfeksionis, acap kali terjebak di dalam hal-hal detail, penuh energi, tapi tidak tahu harus dipakai dimana.  Tidak ada orang yang memahami dirimu, membuatmu saking risaunya sampai sangat tertekan!” 

Mendengar kata-kata saya, pemuda itu keheranan dan langsung bertanya pada ayahnya, “Mengapa dokter ini begitu lihai! Hanya dengan meraba nadiku dia tahu sifat-sifatku? Apakah ayah sudah lebih dulu memberitahunya lewat telepon?” Saya menengadah sejenak melihat sang ayah, wajah yang tua dan kelelahan itu juga sedang tertegun sambil menggelengkan kepala, tidak tahu harus berkata apa. 

Saya menunduk lagi, berpikir bagaimana menyelamatkan sang ayah di hadapan saya ini, ia pasti sangat tersiksa oleh ulah anak pemberontak yang kurang ajar ini!

Saya meminta sang ayah beristirahat di ruang tunggu, masalah anak muda ini, adalah tanggung jawabnya   sendiri,  mungkin juga ia tidak ingin sang ayah mendengar isi hatinya. Ucapan si pemuda penuh kata-kata kotor, persis wajahnya yang dipenuhi jerawat, serba merah dan bernanah. 

Saya berkata, “Nak, kamu begitu tampan, dari mulut seorang yang  tampan  tidak  seharusnya keluar omongan kotor. Unsur-unsur negatif dari perkataan kotor telah memenuhi medan di sekitarmu, ini berarti melecehkan dirimu  sendiri, juga tidak sopan terhadap dokter lalu bagaimana bisa mengobatimu? Siapa yang bersedia mengobatimu? 

Melihatmu saja sudah benci!” Walaupun dengan cemberut, pemuda itu akhirnya berusaha  duduk  manis, setelah berdehem melegakan tenggorokannya, ia pun mulai menceritakan masalahnya.

Pemuda ini setiap hari terperangkap antara kamar mandi dan pintu depan, buka tutup pintu, lalu buka tutup pintu lagi, entah berapa kali buka tutup pintu, sampai setengah jam lamanya, masih saja tidak bisa keluar dari pintu. Kedua tangannya, setelah dicuci lalu dicuci lagi, setengah jam mencuci tangan, sampai tangannya merah dan kulitnya mengelupas, masih saja merasa tidak bersih, ia tidak bisa melepaskan diri dari masalah ini, bahkan sering terpikir ingin mengakhiri hidup. Apa masalahnya?

Ini adalah gangguan obsesif kompulsif, atau disingkat OCD, merupakan semacam gangguan kecemasan,  penyakit   kejiwaan, dan menduduki peringkat keempat masalah kejiwaan yang paling kerap dijumpai di dunia.

Tujuh puluh persen penderita penyakit ini terkait dengan keluarga, dan 60% terkait dengan hubungan interpersonal dan studi. Sepertiga dari mereka mengalami depresi, satu dari sepuluh percobaan bunuh diri, dan satu dari lima pernah memiliki rencana bunuh diri. 

Dari 100 orang Taiwan, 2 sampai 3 orang menderita gangguan obsesif-kompulsif, sekitar 400 sampai 600.000 orang, lebih banyak dari skizofrenia, gangguan bipolar, dan gangguan panik. Rasio pria dan wanita serupa, dan serangannya sebagian besar sebelum berusia 25 tahun.

Dalam mitologi Yunani kuno, ada sosok raksasa tragis bernama Xerxphus, ia dikutuk oleh raja dewa karena suatu kesalahan yakni, di dalam neraka mendorong batu besar ke atas gunung, setelah mencapai puncak gunung, membiarkan batu itu menggelinding ke bawah, dengan cara ini, terus-menerus mendorong batu ke atas dan ke bawah gunung. Xerxphus menderita hukuman yang mengerikan ini, dan disiksa oleh derita kerja paksa ini selamanya.

Berapa banyak Xerxphus di za-man modern ini? Dari mana asal kutukan itu? Secara medis, itu adalah: nukleus kapitasi otak, lobus frontal terdapat lesi, karena informasi yang berlebihan hingga pikirannya macet, penghambatan rangsangan sistem saraf pusat, ketidakseimbangan   neurotransmitter serotonin dan dopamin. Freud juga terlibat, mengatakan  bahwa  itu disebabkan oleh konflik bawah sadar.

Saya bertanya kepada pemuda itu,  “Anak muda, betulkah kamu tidak menyukai     tindakan    yang mengganggu  itu?”  Anak muda itu mengangguk tajam, “Bukan itu  yang diinginkan  kesadaranmu, mari kita merebut kembali hak kendali  kamu.”  Anak  muda sambil terbelalak dan bertanya Apakah itu dan dengan apa?” 

Saya segera menjawab: “Kamu adalah dokter terbaik bagi dirimu sendiri, kemauan kuatmu adalah obat spesial. Lain kali jika kamu hendak menutup dan membuka pintu pada  kali  ke-2,  tekan  titik Hegu dulu, setelah itu tunggu sebentar, dan katakan pada diri sendiri: Saya ingin menjadi majikan saya sendiri, lantas buka pintu dan langsung keluar, begitu pula setelah menutup pintu langsung masuk ke dalam kamar. 

Untuk cuci tangan, cuci tangan seperti biasa, ketika ingin mencuci lagi, tunggu sebentar, tekan titik akupunktur Hegu, ucapkan kalimat sugesti: Aku mau jadi tuan bagiku sendiri, matikan keran, dan tinggalkan kamar mandi.” Anak muda itu tercengang, termasuk terapi macam apakah ini?

Penanganan Akupunktur:

Saya memberitahu pemuda itu, jaringan sekujur tubuhnya, sebagian mengalami korsleting, harus diselaraskan kembali dengan tusuk jarum. Pemuda itu tidak pernah menjalani terapi tusuk jarum, merasa agak penasaran juga, dan dia bersedia! Menenangkan jiwa, tusuk titik Baihui; menstabilkan jiwa, tusuk titik Shenting; segala yang berhubungan dengan keletihan: keletihan hati, dan keletihan mental, tusuk titik Laogong, Lao pada titik Laogong (dalam bahasa Mandarin) bermakna penjara, kekuatan aneh dan pikiran kacau itu dicoba dikunci di dalam penjara, maka tidak akan bisa lagi membuat kekacauan. Pemuda itu saya minta untuk sering memijat titik ini. Untuk mengatasi jerawat, tusuk titik Quchi, dan Xiehai. Pertama kali tusuk jarum, jumlah tusukan sedikit, stimulus juga ringan, agar pemuda itu tidak kaget.

Resep Obat:

Gerakan berulang sebagai pembuktian, serangan panas diatasi dengan cara pembuangan. Bertepatan dengan usia muda, sekresi hormon androgen sangat subur, biasanya pemuda ini suka minum es, merusak kemampuan kerja lambung dan usus, hawa panas liver dan usus terus naik dan tidak bisa turun, harus diredam dengan pil Baohe, menutupi unsur api dengan unsur tanah. Usus dan lambung adalah otak kedua, kerja otak usus dan lambung tidak teratur, menyebabkan bakteri jaringan usus kacau, syaraf otak pun ikut kacau, gunakan ramuan Huanglian Jiedu meredakan api di Sanjiao, menekan hiper-imun; menggunakan ramuan Longdan Xiegan Tang untuk menekan hawa Yang pada liver, di- tambahkan Shen Di untuk menyejukkan darah, menguatkan cairan ginjal, dengan unsur air memadamkan unsur api, Sheng Di dalam dosis besar juga bisa menenangkan pikiran.

Tadinya saya merasa anak ini tidak akan datang berobat kembali, minggu ke-2 ternyata dia menampakkan diri di ruang tunggu, ayahnya justru tidak ikut menemaninya maninya, ia duduk di kursi tanpa mengokangkan kaki lagi, sepertinya anak ini masih bisa dididik? Setelah saya   tanyakan, pemuda ini  secara  sukarela  datang dengan menumpang kereta untuk berobat.

Gangguan obsesif impulsive tidak banyak membaik, jerawat agak berkurang, pergolakan emosi juga banyak mereda. Yang terpenting adalah, sejak kedatangannya hingga pulang, tidak terdengar lagi ia mengumpat dengan kata-kata kotor, sungguh menggembirakan!

Sayapnya yang ingin digunakan untuk terbang, harus bisa menahan terpaan hujan dan angin.

Saya berkata, “Gangguan obsesif impulsif adalah semacam substansi, semacam pusaran, yang menyeret orang agar tidak bisa melepaskan diri, cara terbaik adalah keluar dari jalur pusarannya. Substansi ini juga memiliki roh, ia suka menempel pada tubuh orang yang tidak bisa menemukan dirinya sendiri.” 

Wajah anak muda itu penuh kebingungan dan bertanya, “Bagaimana melepaskan diri darinya?” Saya menjawab, “Setiap kali  buka  tutup pintu dan mencuci tangan, perasaan cemas tidak menutup dengan benar, tidak mencuci bersih, itu bukan kesadaran dirimu sendiri, melainkan substansi obsesi itu yang mengeluarkan sinyal tersebut kau  harus  segera  menolaknya, dan katakan aku tidak menginginkanmu, lambat laun kau akan mampu merebut kuasa atas dirimu sendiri.” 

Saat akan ditusuk jarum, ekspresi anak muda itu penuh penderitaan, saya mengira dia menjadi takut jarum, pemuda itu berkata, “Dokter, tunggu sebentar, ada satu hal yang lebih menyiksa saya dari- pada gangguan obsesif.” Apa itu? Begitu seriusnya! “Dokter, tulang piring epifisis saya sudah menutup sempurna, tidak bisa bertambah tinggi lagi, tinggi badan saya baru 169 cm, kurang dari 170 cm sangat tidak sempurna.” Hanya selisih 1 cm  saja,  sungguh  terlalu perhitungan!

Seorang perfeksionis, selalu perhitungan terhadap hal sekecil apapun, dan membatasi dirinya pada pola yang ditetapkannya sendiri. Walaupun ia memiliki banyak idealisme, tapi dunia ini tidak berputar hanya untuk dirinya sendiri. Selagi muda sebaiknya memiliki impian, begitu masa muda berlalu, maka hanya bisa berharap pada impian saja, hingga masa tua, yang tersisa hanyalah belenggu saja. 

Saya  memeriksa   tulangnya, dan berkata, “Mungkin masih ada sedikit harapan, waktumu untuk membuka tutup pintu dan mencuci tangan, sebaiknya dimanfaatkan untuk lompat tali sebanyak 500 kali, atau melempar bola basket sebanyak 200 kali. Mungkin akan berdampak  pada  ginjal,  menguras saripati  ginjal  untuk pertumbuhan. Tidak boleh minum es dan minuman dingin, malam hari harus tidur sebelum pukul 10.”  Anak  muda itu langsung menjawab, “Wah! Ini menyakitkan,  tidak  ada minuman Anak muda itu langsung menjawab, “Wah! Ini menyakitkan, tidak ada minuman dingin, bagaimana saya harus hidup?” Saya menjawab, “Pada pola seperti apa maka hidup di dalam pola itu, hidup adalah semacam pilihan, siapa yang hendak kau salahkan?

Jangan sia-siakan uang yang dicari orang tuamu dengan jerih payah dan kehormatan, dengan merasa membesarkanmu seakan adalah hal yang sewajarnya.” Tusuk jarum pada titik Baihui, Yongquan, dan Zusanli untuk menambah tinggi badan.

Pada 3 bulan kemudian, pemuda itu terlihat sangat enerjik, wajahnya cerah, sorotan mata  yang  dulunya penuh kecemasan telah lenyap, dengan riang gembira ia berkata, “Dokter, Anda telah menyelesaikan dua hal besar yang paling krusial bagi saya, sekarang gangguan obsesif hanya kadang kala timbul, dan dengan cepat bisa saya kendalikan. Yang paling menggembirakan adalah, saya bertambah tinggi 3 cm, sungguh keren! 

Sungguh luar biasa!” Masa remaja adalah sebuah buku yang  penuh  gegabah,  waktu berlalu dengan cepat, segera seorang remaja akan tumbuh dewasa, mungkin saat ia  menengok ke belakang, membaca dan membaca ulang buku tersebut, baru akan menyesalinya. (sud)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular