Chen Simin

Sichuan Trust pada 22 Desember 2020, secara resmi diambil alih oleh regulator Tiongkok untuk restrukturisasi, setelah Sichuan Trust ditemukan melakukan pelanggaran hukum dan peraturan terkait keuangan, menurut laporan media Tiongkok. Sejak awal tahun ini, perusahaan trust Tiongkok secara kolektif telah gagal untuk membayar investor.

Empat pilar industri keuangan Tiongkok dapat memberikan sebuah gambaran mengenai skala industri keuangan Tiongkok: ada sekitar 4.500 bank, dengan total aset sekitar 309 triliun yuan; 68 trust, dengan total aset sekitar 21 triliun yuan; sekitar 200 perusahaan asuransi, dengan total aset sekitar 20 triliun yuan ; dan sekitar 130 perusahaan sekuritas, total aset 7,8 triliun yuan . Untuk diketahui, Trust adalah peleburan atau penggabungan badan usaha. 

Terkait pilar-pilar itu, masing-masing dari 68 lisensi trust sangat berharga. Saat ini,  para pemegang saham pengendali 68 perusahaan trust adalah: 29 badan usaha milik pemerintah daerah, 16 badan usaha milik negara, 13 bank milik negara dan lembaga-lembaga keuangan, dan 10 perusahaan swasta.

Semua orang tahu bahwa Tiongkok adalah sebuah negara di bawah kediktatoran satu partai, yaitu Partai Komunis Tiongkok. Perusahaan-perusahaan tidak dapat berkembang tanpa dukungan Partai Komunis Tiongkok. Oleh karena itu, 10 perusahaan trust swasta juga sebagian besar, didukung oleh tokoh-tokoh kekuasaan. Sichuan Trust dan Anxin Trust, adalah dua  perusahaan trust terbesar, adalah contoh yang baik.

Pengendali Sichuan Trust yang sebenarnya adalah Liu Canglong, Kepala Hongda Group. Liu Canglong dan sepupunya Liu Han mendirikan Hanlon Groupg.

Laporan-laporan media mengaitkan Liu Han sebagai seorang rekan dekat Zhou Yongkang,  mantan pemimpin keamanan yang dibersihkan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2015. Pada tahun 2015 itu, Liu Han dijatuhi hukuman mati karena terlibat di dalam “kejahatan dan pembunuhan gaya-mafia.”

Setelah kasus Liu Han berakhir, Liu Canglong juga hilang beberapa kali hampir dua tahun, sampai ia muncul kembali pada bulan Maret 2019. Pada bulan Juni 2020, majalah keuangan Tiongkok Caixin melaporkan bahwa skala total produk-produk  TOT (trust of trust, yaitu sebuah trust yang berspesialisasi berinvestasi dalam produk-produk trust) Sichuan Trust melebihi 25 miliar yuan, dan besar jumlah dari produk-produk ini disalahgunakan oleh para pemegang saham.

Pada bulan Juni 2020, Anxin Trust memiliki produk-produk trust hampir senilai 80 miliar yuan  di mana para warga tidak dapat menebusnya pada saat jatuh tempo. 

Produk-produk TOT Anxin Trust  dicurigai melakukan pembiayaan sendiri dan penggelapan oleh para pemegang saham utama. 

Sebuah artikel keuangan Tiongkok pada bulan Mei 2016 mengungkapkan bahwa pengendali Anxin Trust, Gao Tianguo, beralih dari politik ke bisnis pada tahun-tahun awal Anxin Trust, dan pundi-pundi emas pertamanya dikumpulkan karena hubungannya dengan banyak pejabat korup, termasuk Wu Qingwu, sekretaris pertama Cheng Weigao, mantan Gubernur Provinsi Hebei.

Jalan Gao Tianguo menuju sukses dimulai pada tahun 1993, itu setelah ia berspekulasi terhadap  real estate di Provinsi Hainan, dan kemudian pindah ke pasar modal Shanghai pada tahun 1999. Kemudian, ia mendirikan Shanghai Gorgeous Investment Development Co., yang menjadi platform utama untuk operasi modal Gao Tianguo selanjutnya. 

Pada bulan Oktober 2002, Shanghai Gorgeous  Investment Development mengambil alih saham nasional Anshan Trust dari Biro Keuangan Kota Anshan dan menjadi pemegang saham terbesar.

Anshan Trust diubah namanya menjadi Anxin Trust. Setelah itu, Gao Tianguo menjadi salah satu dari  sepuluh pemegang saham terbesar di Shandong Hengfeng Bank dan  pemegang saham terbesar di Bank Yingkou di Provinsi Liaoning.

Runtuhnya perusahaan-perusahaan trust Tiongkok ini terjadi seperti bagaimana produk-produk keuangan lainnya di Tiongkok telah meletus: karena kurangnya peraturan. Produk-produk TOT yang ditawarkan Anxin Trust dan Sichuan Trust telah mencapai nilai puluhan miliar yuan, Anxin Trust dan Sichuan Trust menjadi terlalu besar untuk gagal, dan  dilindungi oleh pemerintah Shanghai dan Sichuan.

Banyak perusahaan-perusahaan trust menyembunyikan utang-utangnya yang buruk.

Misalnya, Sichuan Trust mengeluarkan 9 proyek baru pada bulan Mei ini (satu bulan sebelum laporan Caixin diterbitkan), bernilai lebih dari 1,4 miliar yuan (usd 214.000). 

Pada tanggal 11 Juni, pada hari Sichuan Trust mengumumkan bahwa pihaknya gagal  membayar investor produk-produk bernilai 78,3 juta yuan (usd 11,98 juta). Sichuan Trust mampu melakukan ini mungkin karena Sichuan Trust mendapat dukungan dari pihak berwenang setempat.

Regulator dari tingkat pusat hingga tingkat daerah mengatakan tindakan keras terbaru terhadap perusahaan-perusahaan trust menunjukkan tekad rezim Tiongkok untuk mencegah risiko-risiko keuangan. Tetapi sebenarnya, Partai Komunis Tiongkok hanya akan bertindak jika Partai Komunis Tiongkok sudah tidak dapat menutupi masalah-masalah lagi.

Seorang sumber di sektor keuangan Tiongkok memberitahukan bahwa ia tidak akan membeli  produk-produk trust Tiongkok. Masalah dengan Shanghai Anxin Trust dan Sichuan Trust hanyalah puncak gunung es. Tidak heran jika industri trust Tiongkok  dituduh tidak dapat dipercaya. Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa itu sendiri, sudah dikenal tipu muslihatnya, dan tidak dapat dipercaya oleh rakyat Tiongkok atau masyarakat internasional. (vv)

Share

Video Popular