NTD

Aplikasi media sosial Parler, yakni aplikasi media sosial yang populer di kalangan konservatif dan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ditutup oleh Amazon pada hari Minggu 10 Januari 2021. CEO Parler, John Mattze mengatakan bahwa dia siap mengambil tindakan hukum terhadap beberapa raksasa teknologi besar. 

Pendiri Parler, John Matze, mengatakan kepada grup media The Epoch Times melalui email bahwa dia yakin tindakan Apple, Google, dan Amazon berbahaya. Perusahaannya sedang mempertimbangkan tindakan hukum. Di sisi lain, Parler mengatakan tidak pernah bergantung pada platform perangkat keras Amazon, tetapi memiliki alternatif.

Aplikasi Parler juga dikenal sebagai platform media sosial “kebebasan berbicara”. Setelah Parler dihapus oleh Google App Store pada hari Jumat 8 Januari 2021, keesokan harinya  Parler menduduki peringkat pertama dalam unduhan aplikasi gratis di Apple App Store, tetapi pada hari itu Apple menghapus Parler dari Aplikasinya.

Menanggapi tuduhan bahwa Parler mempromosikan “ancaman kekerasan dan ancaman kegiatan ilegal,” Mattze mengatakan bahwa Amazon, Google, dan Apple mengetahui kalau Parler memiliki pilihan terbatas dan tidak ada bukti bahwa Parler digunakan untuk mengkoordinasikan insiden tersebut. 

Perusahaan masih menggunakan kejadian terkini untuk “memburu Parler.” Sebaliknya, Matze mengatakan, “Parler tidak memiliki fungsi grup, dan Facebook adalah alat pertama untuk mengkoordinasikan pertemuan untuk acara itu.”

Mattze menggambarkan tindakan terkoordinasi dari tiga raksasa teknologi utama untuk memblokir Parler sebagai upaya sepenuhnya menghilangkan kebebasan berbicara di Internet.

Mattze  menambahkan bahwa karena migrasi server, Parler mungkin tidak bisa dipakai hingga seminggu.  (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share
Tag: Kategori: TECHNEWS TEKNOLOGI

Video Popular