oleh Li Mei dan Chen Haiye

Jumlah orang yang positif terinfeksi virus komunis Tiongkok atau COVID-19 di seluruh dunia kecuali daratan Tiongkok pada hari Jumat 15 Januari 2021, mencapai sekitar 93,13 juta orang. Lebih dari 1,99 juta orang telah meninggal dunia. Di negara-negara Eropa tercatat hingga hari Jumat 15 Januari 2021, jumlah kasus yang dikonfirmasi terinfeksi COVID-19 mencapai lebih dari 30 juta orang

Jumlah kumulatif di Jerman pada hari Jumat 15 Januari 2021 adalah 2 juta lebih, dengan jumlah tertinggi yang terjadi dalam satu hari adalah 22.000 lebih kasus.

Karena situasi epidemi semakin parah, krematorium di Messen, Saxony menjadi sangat sibuk. Konon jenazah dalam peti yang sedang menunggu giliran diperabukan sampai ditumpuk 3 susun.

Seorang perawat mengatakan, selain tertular virus, ada juga pasien yang meninggal karena kesepian.

Perawat Jerman Leslie Schmidt mengatakan : “Mengerikan ketika mendengar seseorang meninggal karena virus komunis Tiongkok, Anda sebenarnya tidak meninggal karena virus, tetapi karena kesepian. Ini adalah salah satu hal terburuk yang pernah saya saksikan. Orang tidak diizinkan untuk menerima pengunjung, sampai mereka mati karena kesepian dan kesendirian, itu mengerikan”.

Akhir bulan lalu, otoritas Jerman mulai memberi vaksin kepada para perawat kesehatan dan perawat rumah jompo yang merupakan kelompok berisiko tinggi. Namun menurut survei, hanya setengah dari staf medis yang bersedia untuk divaksin.

Di Rusia, jumlah pasien positif COVID-19 mencapai lebih dari 3,48 juta orang dengan jumlah kematian mencapai 64.495 orang.

Pengumuman pada hari Jumat 15 Januari 2021 menyebutkan bahwa jumlah kasus infeksi baru pada hari itu mencapai 24.763 kasus yang 5.534 kasusnya terjadi di Moskow. Pihak berwenang meminta vaksinasi dimulai minggu depan.

Pada hari Jumat 15 Januari 2021, Indonesia menjadi negara terkena dampak paling parah di Asia dengan jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 88.218 kasus dan kematian mencapai 22.484. Pada hari tersebut jumlah penambahan  kasus baru mencapai 12.818 kasus, ini merupakan rekor tertinggi yang terjadi dalam satu hari. Hingga senin (18/1/2021) terkonfirmasi 917.015 kasus positif dengan kematian 26.282 kasus. 

Pihak berwenang segera mengizinkan minggu ini untuk menggunakan vaksin Tiongkok Sinovac dengan tingkat efektif hanya 50,38%. Namun, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya 37% orang warga Indonesia yang mau divaksinasi.

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro pada hari Kamis 14 Januari 2021 mengumumkan bahwa vaksinasi di Brasil akan dimulai dalam bulan ini, tetapi menyatakan keraguannya terhadap efektifitas vaksin.

Jair Bolsonaro mengatakan : “Berapa lama Anda kebal terhadap virus ? Berapa bulan atau tahun ? Tak seorang pun tahu, tunggu terungkap. Apakah akan ada efek samping ? Juga tidak ada yang tahu”.

Bolsonaro menekankan bahwa vaksinasi mungkin memiliki efek samping dan bersifat sukarela. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular