Qia En

Epidemi virus Komunis Tiongkok (COVID-19) terus memburuk dalam skala global. Jumlah kematian dan kasus yang dikonfirmasi dalam satu hari di lebih banyak negara seperti Jerman dan Swedia, mencapai rekor tertinggi, dan Prancis mengumumkan peningkatan langkah-langkah pengendaliannya

Jerman telah menambahkan 25.164 kasus yang dikonfirmasi dan 1.244 kematian dalam 24 jam terakhir yang dilaporkan pada pertengahan Januari 2021, mencatat rekor tertinggi jumlah kematian dalam satu hari sejak wabah, menjadikan jumlah total kematian di Jerman menjadi 43.881 kasus.

Lothar Wieler, direktur Robert Koch Institute, mengatakan pada hari Kamis 14 Januari, bahwa Jerman diperkirakan akan mengatasi epidemi pada akhir tahun ini, tetapi varian baru dari virus tersebut membuat situasi menjadi sangat rumit. Saat ini, 16 varian baru virus dari Inggris dan 4 varian baru virus dari Afrika Selatan, telah ditemukan di Jerman.

Menteri Ekonomi Jerman, Peter Altmaier mengatakan pada hari yang sama, bahwa karena epidemi jauh lebih buruk dari yang diperkirakan, pertumbuhan ekonomi Jerman tahun ini kemungkinan akan lebih rendah dari yang diharapkan.

Statistik yang dirilis oleh Swedia pada hari Kamis 14 Januari menunjukkan bahwa jumlah kematian akibat infeksi virus Komunis Tiongkok pada hari Rabu mencapai 351 kasus, rekor tertinggi, dan jumlah kematian kumulatif melebihi 10.000. Meskipun tidak ada tindakan lockdown nasional yang dilakukan, tingkat kematian per kapita Swedia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara Eropa lainnya yang telah menerapkan lockdown.

Spanyol melaporkan 38.869 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Rabu, menetapkan tertinggi baru, 100 kasus di antaranya adalah varian baru virus yang berasal dari Inggris. Namun, otoritas Spanyol percaya bahwa tidak perlu menerapkan lockdown nasional.

Prancis kembali memperketat langkah-langkah kontrol pada hari Kamis 14 Januari. Mulai Sabtu 16 Januari, jam malam nasional akan diberlakukan yang awalnya pukul 8 malam menjadi  mulai 6 sore. Semua pelancong non-Uni Eropa yang memasuki Prancis harus memberikan sertifikat tes virus negatif dan karantina mandiri selama seminggu setelah masuk.

Setelah menambah jumlah kota dalam keadaan darurat, pejabat Jepang mengatakan pada hari Kamis 14 Januari, bahwa pihak berwenang kemungkinan akan terus memperluas cakupan keadaan darurat tersebut. Saat ini, tujuh prefektur dan kabupaten termasuk Tokyo telah memasuki keadaan darurat.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan regulasi Jepang, Taro Kono, yakin bahwa akibat wabah yang parah, Olimpiade Tokyo, yang telah ditunda selama satu tahun, kemungkinan tidak akan diselenggarakan sesuai jadwal musim panas ini.

Dewan Perawat Internasional (ICN) mengatakan pada hari Kamis 14 Januari, bahwa pada paruh kedua tahun 2020, jumlah perawat di seluruh dunia yang kelelahan secara fisik dan mental akibat epidemi serta memiliki masalah kesehatan mental telah melonjak dari 60% menjadi 80%. Asosiasi Perawat Internasional memperingatkan bahwa pada tahun 2030, kekurangan jumlah perawat di seluruh dunia akan melebihi 13 juta orang. (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular