oleh Tian Rui

Meskipun rezim Beijing telah menerapkan langkah balas dendam melalui ekonomi terhadap Australia selama 9 bulan, namun data terbaru menunjukkan bahwa nilai ekspor Australia ke daratan Tiongkok adalah yang tertinggi kedua dalam sejarah. Pakar ekonomi Australia percaya bahwa strategi komunis Tiongkok menggunakan perdagangan untuk menghajar Australia telah gagal total.

Data yang dirilis Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok pada 14 Januari 2021 menyebutkan bahwa, total nilai ekspor Australia ke daratan Tiongkok selama tahun 2020 mencapai 148 miliar dolar australia (setara USD. 114,8 miliar). Ini hanya lebih rendah 6 miliar dolar australia dari rekor tertinggi yang diukir pada tahun 2019 yakni 154 miliar dolar australia, dan hampir 10% lebih tinggi dari posisi ketiga yang dicapai pada tahun 2018.

Selama 9 bulan terakhir, rezim Beijing telah memberlakukan berbagai pembatasan terhadap komoditas yang diimpor Tiongkok dari Australia senilai 6 miliar dolar Australia. Pemerintah komunis Tiongkok beranggapan bahwa, dengan melakukan tekanan melalui ekonomi Australia, maka negara tersebut mau membuat konsesi / mengalah pada serangkaian kebijakan utama yang telah mereka buat.

Kepada media ‘The Australian’, ekonom Australia James Laurenceson mengatakan : “Jika tujuan (komunis Tiongkok) adalah untuk mengubah industri tertentu (yang terpengaruh) menjadi alat melobi untuk rezim Beijing, maka bukti menunjukkan bahwa strategi mereka itu gagal total…”

Mahalnya harga bijih besi mengimbangi kerugian yang disebabkan oleh pembalasan ekonomi rezim Beijing. Dari bijih besi yang diimpor oleh industri baja Tiongkok, biji besi Australia menyumbang lebih dari 60%, dan itu bernilai sekitar AUD. 85 miliar.

Berdasarkan laporan ‘Australian Financial Review’, dari akhir bulan Oktober tahun lalu hingga 5 Januari tahun ini, harga bijih besi telah naik dari USD.114 menjadi USD.167,86 per ton.

Gas alam cair adalah komoditas ekspor Australia terbesar kedua ke daratan Tiongkok, dengan nilai ekspor tahunan mencapai sekitar 16 miliar dolar Australia. 

Australia adalah pemasok gas alam terbesar ke daratan Tiongkok, menyumbang lebih dari 40% nilai impor komunis Tiongkok. Karena Asia sedang mengalami musim dingin dengan suhu yang luar biasa rendah, maka negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan semuanya bersaing untuk mendapatkan pasokan gas alam, dan harga gas alam telah mencapai rekor tertinggi.

James Laurenceson berpendapat bahwa data impor dan ekspor tahunan merefleksikan bahwa pemerintah komunis Tiongkok “tidak mampu atau enggan ” untuk membuat kerusakan parah pada ekonomi Australia, tetapi industri tertentu akan menderita kerugian cukup besar.

Misalnya, setelah rezim Beijing memberlakukan tarif impor tinggi sebesar 212% terhadap ekspor anggur Australia ke daratan Tiongkok, maka nilai ekspor dari industri tersebut yang besarnya AUD.1,3 miliar  terpaksa perlu dialihkan, seperti dicarikan pasar negara lain.

Setelah pemerintah komunis Tiongkok menghambat impor batu bara asal Australia, banyak pembeli batu bara daratan Tiongkok terpaksa membayar premi 40% untuk menjamin pasokan. Kekurangan batu bara juga menyebabkan pemadaman listrik nyaris di seluruh daratan Tiongkok. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular