Ahli Tiongkok Gordon Chang mengatakan, beberapa perintah eksekutif (Semacam Keppres) Presiden Joe Biden adalah salah arah. Itu dikarenakan perintah-perintah eksekutif pada akhirnya memang akan menguntungkan Partai Komunis Tiongkok

Jan Jekielek dan Frank Fang

Pakar Tiongkok, Gordon Chang mengatakan, meskipun Joe Biden berbicara mengenai persaingan ekstrim dengan Tiongkok serta berbicara mengenai permintaan pertanggungjawaban Tiongkok,  perintah-perintah eksekutif tersebut memerintahkan banjir tindakan yang benar-benar disukai oleh Beijing.  Hal demikian disampaikanya selama wawancara baru-baru ini dalam program “American Thought Leaders” dari The Epoch Times yang dipublikasikan (11/02/2021). 

Di antara perintah-perintah eksekutif tersebut yang telah ditandatangani Joe Biden, Gordon Chang menyoroti dua perintah eksekutif secara khusus — satu perintah eksekutif untuk menangguhkan perintah eksekutif mantan Presiden Trump untuk mengamankan infrastruktur listrik Amerika Serikat yang kritis. Sedangkan satunya, perintah eksekutif untuk mencabut izin untuk membangun jalur pipa minyak Keystone XL.

Tindakan-Tindakan Joe Biden

Proyek Keystone XL dihidupkan kembali oleh Donald Trump pada  Januari 2017, itu setelah diblokir oleh pemerintahan Obama karena masalah lingkungan.

Gordon Chang mengatakan, keputusan Joe Biden untuk menangguhkan perintah eksekutif Donald Trump mengenai infrastruktur yang penting adalah  “tidak pantas untuk dibela” dan “tidak ada penjelasan untuk itu.” Hal demikian karena, akan memungkinkan Tiongkok menjual peralatan ke jaringan-jaringan listrik Amerika Serikat.

Pada Mei 2020, Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif (E.O.13920) yang mengamankan Sistem Listrik Besar Amerika Serikat. Perintah eksekutif tersebut melarang lembaga-lembaga federal dan orang-orang Amerika Serikat, untuk pengadaan atau pemasangan peralatan Sistem Listrik Besar. Yang mana, jika bersumber dari negara-negara yang ditentukan untuk menimbulkan risiko bagi keamanan nasional AS, atau keamanan dan keselamatan warga negara Amerika Serikat.

Menanggapi perintah eksekutif Donald Trump, Menteri Energi Dan Brouillette mengeluarkan, sebuah perintah larangan pada bulan Desember tahun lalu. Isinya melarang sarana-sarana yang memasok fasilitas pertahanan kritis dari pengadaan peralatan Sistem Listrik Besar tertentu dari Tiongkok. Larangan itu mulai berlaku pada 16 Januari.

Pada  20 Januari, Joe Biden menangguhkan perintah eksekutif Trump selama 90 hari.  Sambil meminta Menteri Energi  dan Direktur Kantor Gedung Putih di bidang Manajemen dan Anggaran. Tujuannya untuk “bersama-sama mempertimbangkan, apakah akan menganjurkan dikeluarkannya sebuah perintah eksekutif pengganti.”

Kementerian Energi AS, telah mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa perintah larangan pada bulan Desember tersebut, juga ditangguhkan selama periode 90 hari.

Adapun pembatalan proyek Keystone XL tersebut, Gordon Chang mengatakan bahwa sejak pipa-pipa minyak akan membawa minyak Kanada ke Amerika Serikat, dengan membatalkan proyek Keystone XL itu berarti  minyak itu kini akan dijual ke negara lain, seperti Tiongkok, sebagai gantinya.

Gordon Chang mengkritik Joe Biden. Dikarenakan tidak berkonsultasi dengan Kanada. Itu sebelum Joe Biden mencabut izin untuk membangun jalur pipa minyak Keystone XL.

“American Thought Leaders” dari The Epoch Times yang dipublikasikan (11/02/2021)

“Ini adalah kebijakan yang sangat buruk di semua bidang. Kita merusak hubungan kita dengan negara [Kanada],  sebuah perbatasan ribuan mil tidak dipertahankan, dan kita menguntungkan Tiongkok, musuh kita. Jadi untuk saya, hal ini adalah tidak masuk akal sama sekali,” kata Gordon Chang.

Keputusan Joe Biden untuk membatalkan proyek Keystone telah menuai kritik di Amerika Serikat dan Kanada. Sebuah survei terbaru lebih dari 28.000 pembaca The Epoch Times menemukan, 96 persen tidak menyetujui keputusan Joe Biden.

Gordon Chang berkata, bahwa bergabung kembali dengan Organisasi Kesehatan Dunia juga merupakan sebuah kemenangan bagi Tiongkok. Mengingat tim di Wuhan untuk menyelidiki sumber pandemi, telah mengulangi narasi Beijing bahwa COVID-19 dapat disebarkan melalui makanan beku.

“Kenyataannya adalah bahwa mayoritas hal-hal itu yang luar biasa, pemerintahan Joe Biden sejauh ini telah berhasil, menguntungkan Tiongkok, dan banyak di antara hal-hal tersebut tidak menguntungkan Amerika Serikat,” kata Gordon Chang.

Ikatan Bilateral

Meminta komentar terbaru dari diplomat top komunis Tiongkok Yang Jiechi, memperingatkan pemerintahan Joe Biden untuk tidak melewati “garis merah” Beijing. Itu mengenai isu-isu mengenai Hong Kong, Tibet, dan Xinjiang. Gordon Chang mengatakan, itu adalah bukti bahwa kerjasama dengan Tiongkok tidak akan membuahkan hasil.

Gordon Chang menegaskan, Beijing berupaya menetapkan area yang akan Beijing bicarakan dengan Amerika Serikat, menjadi semakin sedikit, karena semuanya menjadi garis merah. Tiongkok juga sedang berupaya membatasi area-area itu, di mana Amerika Serikat dapat melakukan diskusi yang konstruktif. Dipercaya,  tidak mendapatkan sebuah diskusi yang konstruktif dengan Tiongkok di urutan pertama.

Padahal Joe Biden dan pejabat pemerintahannya, sudah menyatakan kesediaannya untuk terlibat dengan Beijing di berbagai area seperti perubahan iklim dan upaya pencegahan pandemi. Gordon Chang mengatakan, pemerintahan Joe Biden seharusnya “menghentikan semua hubungan dengan Tiongkok. Itu dikarenakan, Tiongkok menggunakan setiap titik kontak dengan Amerika Serikat, tak lain untuk merusak masyarakat Amerika Serikat. Bahkan, menggulingkan pemerintah Amerika Serikat.” Hal demikian, terutama menunjuk pada ancaman spionase Tiongkok di berbagai aspek masyarakat Amerika Serikat.

Gordon Chang menganjurkan bahwa, pemerintahan Joe Biden harus menghentikan perdagangan, investasi, kemitraan berbagi teknis, pertukaran kebudayaan, dan kesepakatan-kesepakatan kota kembar dengan Tiongkok.

Selain itu, ditekankan bahwa Amerika Serikat tidak boleh berbicara mengenai kerja sama, karena hal itu akan “memberanikan” rejim Tiongkok untuk lebih memusuhi tetangganya, termasuk India, Jepang, dan Taiwan.

Dengan kata lain, pemerintahan Joe Biden seharusnya fokus pada sebuah kebijakan pencegahan terhadap Tiongkok, kata Gordon Chang.

Beijing telah mengirim jet-jet militer ke dalam zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, itu hampir setiap hari di  Januari. Baru-baru ini, juga mengancam perang melawan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Olimpiade Tahun 2022

Lebih dari 180 kelompok hak asasi internasional, termasuk Jaringan Tibet Internasional, Kongres Uighur Dunia, baru-baru ini menulis sepucuk surat bersama kepada  para pemimpin dunia. Isinya mendesak pemerintah-pemerintah untuk memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing Tahun 2022. Ada seruan-seruan serupa di Inggris baru-baru ini.

Sebagai tanggapan, Hu Xijin, pemimpin redaksi corong partai komunis Tiongkok, Global Times, menulis di Twitter untuk mengancam sanksi-sanksi perdagangan terhadap negara-negara, yang mana memutuskan untuk memboikot Olimpiade tersebut.

Komite Olimpiade Internasional juga didesak untuk memindahkan Olimpiade tersebut, “ke sebuah negara yang tidak dinodai oleh kekejaman.” Pernyataan itu, menunjuk ke  penganiayaan terhadap warga Uighur dan etnis minoritas lainnya di wilayah Xinjiang, barat Tiongkok oleh rezim komunis Tiongkok.

Pada Januari, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat saat itu Mike Pompeo, menunjuk penganiayaan Partai Komunis Tiongkok terhadap minoritas-minoritas ini sebagai genosida dan “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Selain memindahkan Olimpiade tersebut dari Tiongkok, Gordon Chang juga menganjurkan bahwa Komite Olimpiade Internasional melarang atlet Tiongkok berpartisipasi dalam Olimpiade Tahun 2022.  Pada alasan yang sama bahwa, Komite Olimpiade Internasional melarang Afrika Selatan berpartisipasi dalam   Olimpiade Musim Panas tahun 1964 di Tokyo. Itu karena kebijakan pemisahan rasial yang dikenal sebagai apartheid, yang hanya mengizinkan atlet-atlet kulit putih untuk mewakili Afrika Selatan.

Tiongkok juga harus dilarang karena “sejumlah penduduk signifikan  di Tiongkok, tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam olahraga.” Itu karena mereka sedang dianiaya atau ditahan di kamp-kamp tahanan.

“Kita tidak membutuhkan Olimpiade tahun 1936 yang lainnya,” kata Gordon Chang, mengacu pada saat Nazi Jerman menjadi tuan rumah Olimpiade tersebut.  Gordon Chang juga menegaskan : “Kita tidak membutuhkan Olimpiade  tahun 2008 yang lainnya [saat Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas tahun 2008], yang pada dasarnya mempromosikan totalitarianisme dengan tampilan-tampilan yang  mengerikan itu. Kita tidak perlu mengulanginya lagi.” (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular