The Epoch Times

Sebanyak 47 Pembangkang Hong Kong dituduh melakukan konspirasi  melakukan subversi pada (28/2/2021). Dalam tindakan keras tunggal terbesar terhadap oposisi pro-demokrasi Hong Kong, di bawah sebuah hukum keamanan nasional yang dipaksakan oleh Komunis Tiongkok, Sam Cheung, seorang aktivis muda dan seorang peserta pemilihan umum primer yang tidak resmi musim panas tahun lalu, yang mengenakan sebuah masker berwarna hitam dan ditemani oleh istrinya saat ia dituduh, setelah melapor ke sebuah stasiun polisi. 

“Para warga Hong Kong benar-benar dalam keadaan yang sulit saat ini, saya harap tidak seorang pun yang menyerah untuk Hong Kong. Terus berjuang,” katanya kepada para wartawan sebelum memasuki stasiun polisi tersebut. 

Sam Cheung ditahan saat sebuah serangan subuh bersama dengan lebih dari 50 pembuat undang-undang dan aktivis pada 6 Januari dalam operasi keamanan nasional yang terbesar sejak diberlakukannya hukum keamanan nasional pada bulan Juni tahun lalu. 

Mereka dituduh mengatur dan berpartisipasi dalam sebuah pemilihan umum primer yang tidak resmi pada bulan Juli tahun lalu yang bertujuan untuk memilih calon-calon terkuat untuk sebuah pemilihan Dewan Legislatif. 

Polisi Hong Kong mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menuduh 47 orang atas tuduhan tunggal. Mereka akan disidang pada 1 Maret. Para pembuat undang-undang pro-demokrasi yang ditahan saat itu ditanyai dan telepon genggam serta komputer beberapa orang itu disita sebelum dikembalikan karena ditunda untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Uang jaminan saya tidak begitu besar,” tulis Benny Tai dalam sebuah postingan awal di media sosial. 

Benny Tai juga ditahan dan dituduh oleh pihak berwenang Tiongkok sebagai seorang penyusun siasat yang penting untuk gerakan pro-demokrasi. Di bekas koloni Inggris itu, yang juga dipanggil oleh polisi Hong Kong adalah sebuah kelompok kubu pembangkang muda akitivis pro-demokrasi yang mencakup Lester Shum, Sam Cheung, Ventus Lau dan Fergus Leung. 

Kubu pro-demokrasi mencela penahanan-penahanan tersebut sebagai penganiayaan politik untuk pemungutan suara informal yang damai yang menggambarkan 600.000 suara di Hong Kong yang berpenduduk 7,5 juta jiwa. 

Sebuah kelompok kekuatan hak-hak demokrasi untuk demokrasi yang mengorganisir pemilihan umum primer mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook bahwa pihaknya dibubarkan polisi Hong Kong dengan mengatakan 99 orang ditahan karena dicurigai melakukan pelanggaran-pelanggaran atas hukum keamanan nasional. 

Sejauh ini beberapa orang ini menolak hukum keamanan nasional, termasuk seorang taipan media yang juga adalah kritikus Beijing yang menonjol yaitu Jimmy Lai, di samping naik banding hukum yang berlarut-larut. 

Penyapuan Partai Komunis Tiongkok melalui hukum keamanan nasional dipandang pihak lawan sebagai sebuah ancaman bagi kebebasan dan otonomi Hong Kong, memberlakukan rencana undang-undang subversi, suksesi dan kolusi dengan kekuatan asing, serta terorisme menentang Tiongkok, negara dengan satu partai tunggal, yang kemungkinan dijatuhi hukuman seumur hidup. (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular