Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Jeong Joon-hee dalam konferensi pers reguler pada Rabu (31/8/2016) mengatakan, pemerintah Korea Selatan melalui sejumlah saluran telah mengonfirmasikan berita tentang dieksekusinya Wakil Perdana Menteri Korea Utara/Korut, Kim Yong-jin dan pengiriman Menteri Departemen Unifikasi dari Partai Buruh Kim Yong-chol ke wilayah pedesaan untuk menerima pendidikan revolusioner kaum buruh.

Pejabat dari Kementerian Unifikasi tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut. Belum jelas dari mana Seoul memperoleh informasi tersebut.

Laporan Yonhap menyebutkan bahwa seorang pejabat pemerintah mengatakan, Departemen Keamanan Korea Utara pada Juli lalu menuduh Wakil Perdana Menteri Kim Yong-jin telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan Partai Buruh dan perbuatan yang kontra revolusioner usai menyidiki kasus yang berkaitan dengan sikap penghinaan yang ditunjukkan Kim Yong-jin saat mengikuti pertemuan Majelis Tinggi Rakyat ke 13 di Pyongyang pada 29 Juni lalu. Dengan alasan itu Kim Yong-jin kemudian dieksekusi.

Kim Yong-jin saat ini berusia 63 tahun, ia bertanggung jawab di bidang pendidikan Korea Utara.

Jeong Joon-hee juga menambahkan bahwa pada sekitar pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus, Menteri Unifikasi Kim Yong-chol dikirim ke daerah pedesaan yang terpencil untuk menerima pendidikan revolusioner kaum buruh.

Media Korea Selatan ‘JoongAng Ilbo’ mengutip ucapan sumber yang akrab dengan permasalahan memberitakan, 2 orang pejabat Korut setingkat menteri yang bertanggung jawab pada kebijakan di bidang pertanian dan pendidikan telah dieksekusi dengan meriam pada awal Agustus lalu. Putusan eksekusi itu dilakukan dalam arena kampus akademi militer Kang Kon, Pyongyang berdasarkan instruksi khusus dari Kim Jong-un.

Sumber tersebut juga mengatakan, pejabat yang bertanggung jawab di bidang pertanian itu bernama Huang Min. Kebijakan pangan yang ia canangkan dianggap sebagai ancaman bagi sistem yang dibentuk rezim Kim Jong-un. Oleh karena itu ia dieksekusi. Lain lagi dengan pejabat di bidang pendidikan yang bermarga Ri, ia dieksekusi lantaran dituduh mengantuk saat rapat, menghina pimpinan dan melakukan korupsi.

Menurut catatan Dinas Intelijen Korea Selatan, sedikitnya 20 orang pejabat tingkat tinggi Korut sudah dieksekusi mati dalam tahun ini. Anggota Parlemen Korea Selatan Shin Kyung-min mengutip penyampaian  seorang sumber dari intelijen menyebutkan bahwa berbicaraan tentang hal yang rasional dengan Kim Jong-un tidak akan membawa hasil, percuma saja. Cara yang digunakan Kim dalam  memimpin adalah, tidak boleh ada orang yang menentang keputusannya karena itu akan dianggap sebagai ancaman bagi dirinya. Dan eksekusi digunakan untuk menunjukkan kekuasaannya.

Analis berpendapat bahwa dengan menunjukkan sikap yang semakin keras, Kim Jong-un sebenarnya sedang memberitahu khalayak bahwa ia semakin ketar-ketir terhadap kekuasaannya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular