Rita Li

Saham dunia menandai sebuah tanda negatif karena mengalami penurunan tajam memulai minggu baru pada  Senin 20 september. Krisis likuiditas yang meningkat dari pengembang properti Evergrande Group Tiongkok memicu meluasnya kekhawatiran mengenai risiko limpahan dan pesimisme  di pasar-pasar global. 

Saat properti raksasa Tiongkok, evergrande diterjang utang besar. Indeks ekuitas dunia semua negara MSCI turun 1,63 persen, terbesar  penurunan persentase satu-hari hari dalam waktu sekitar dua bulan, sebagai tolok ukur Wall Street Dow Jones Industrial Average turun 1,8 persen, S&P 500 merosot 1,7 persen, dan Nasdaq yang padat teknologi jatuh 2,2 persen.

Stoxx Europe 600 turun 1,7 persen. Indeks pasar Jerman DAX turun karena terjadi penurunan 2,6 persen di awal perdagangan hari Senin ke level terendah DAX sejak bulan Juli, karena indeks unggulan Inggris FTSE 100 turun 0,9 persen, berakhir di rendah dua-bulan.

Itu terjadi setelah indeks Hang Seng Hong Kong turun 3,3 persen ke level penutupannya yang terendah dalam lebih dari setahun; Sub-indeks Hang Seng Property jatuh 6,7 persen, menandai penurunan terbesar sejak bulan Mei 2020.

Data menunjukkan penjualan pada hari Senin itu, mencapai sebuah nilai kumulatif USD 2,2 triliun menghapus kapitalisasi pasar ekuitas dunia dari sebuah rekor tertinggi USD 97 triliun hits pada  6 September.

Para investor pindah ke tempat-tempat yang aman, di mana Treasuries Amerika Serikat naik harga, menurunkan hasil, dan emas naik.

Sementara itu, Evergrande Group, raksasa properti Tiongkok yang berebut untuk mengumpulkan dana untuk membayar para pemberi pinjaman, pemasok, dan investornya, ditutup turun 10,2 persen pada 2,28 dolar Hong Kong (USD 0,29). Sejauh tahun ini, saham-saham Evergrande Group yang terdaftar di Hong Kong telah runtuh lebih dari 80 persen.

Para regulator  memperingatkan kewajiban Evergrande Group sebesar USD 305 miliar atau Rp 4.193 triliun dapat memicu risiko lebih luas terhadap sistem keuangan Tiongkok jika utang Evergrande Group tidak stabil. 

Para ahli memperkirakan bahwa aktivitas terkait properti Evergrande Group berkontribusi sekitar 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto Tiongkok.  (Vv)

Share

Video Popular